Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngasem, Kabupaten Kediri, menggelar Tabligh Akbar dan Pentasyarufan Zakat Maal bertema “Zakat Menguatkan Umat, Membangun Kemandirian Bangsa” di halaman Masjid Mujahidin, Kompleks Panti Asuhan Muhammadiyah, Dusun Sobo, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, Dr. Nurbani Yusuf, M.Si., sebagai penceramah utama. Acara juga dihadiri unsur Muspika Kecamatan Ngasem, tokoh-tokoh Muhammadiyah, serta masyarakat setempat.
Sejumlah tokoh Muhammadiyah yang hadir antara lain Ketua PDM Kabupaten Kediri periode 2010–2022 Ahmad Fanani Sumali dan Wakil Ketua PDM Kabupaten Kediri periode 2020–2025 Ahmad Pairin.
Pada kesempatan itu, panitia menyalurkan dana zakat maal sebesar Rp67.026.500 kepada sejumlah kelompok penerima manfaat. Penyerahan zakat dilakukan oleh Ahmad Pairin yang ditunjuk mewakili panitia.
Adapun rincian penyaluran zakat meliputi bantuan bagi fakir miskin sebesar Rp25.300.000 atau 37,75 persen dari total dana yang terkumpul. Selanjutnya, beasiswa bagi siswa TK dan SD Muhammadiyah sebesar Rp18.500.000 atau 27,60 persen.
Sementara itu, kelompok fisabilillah menerima Rp14.400.000 atau 21,48 persen. Bantuan untuk kelompok gharim (orang yang memiliki beban utang) sebesar Rp1.000.000 atau 1,49 persen. Adapun amil zakat menerima Rp7.826.500 atau 11,68 persen.
Dalam tausiahnya, Dr. Nurbani Yusuf menegaskan bahwa zakat dan kepedulian sosial memiliki peran penting dalam membangun kesejahteraan umat. Menurutnya, tradisi berbagi kepada kaum dhuafa menjadi salah satu kunci hadirnya keberkahan dalam kehidupan.
Ia mencontohkan sosok sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman bin Auf, yang dikenal dermawan dan gemar membantu fakir miskin.
“Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat yang suka memberi makan orang miskin. Kedermawanannya menjadi salah satu sebab Allah melimpahkan keberkahan dan kekayaan kepadanya,” ujarnya.
Nurbani juga mengutip Surah Al-Ma’un ayat 1–3 yang menegaskan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan kaum miskin sebagai bagian dari implementasi ajaran agama.
Menurutnya, keimanan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga melalui kepedulian sosial kepada sesama yang membutuhkan.
“Jangan pernah menganggap remeh memberi makan orang yang lapar. Kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam,” tegasnya.
Ia juga mengisahkan keteladanan Nabi Ibrahim AS yang dikenal sebagai sosok yang gemar berbagi dan memuliakan tamu. Dari kisah tersebut, Nurbani mengajak jamaah untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengakhiri tausiahnya, ia mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan berzakat.
“Jika ingin harta menjadi berkah dan bertambah manfaatnya, maka tunaikanlah zakat. Zakat bukan mengurangi harta, tetapi menjadi sarana menghadirkan keberkahan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PCM Ngasem berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin meningkat. Selain membantu meringankan beban mustahik, zakat diharapkan mampu menjadi instrumen pemberdayaan umat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments