Menyongsong masa depan santri di perguruan tinggi Timur Tengah, MA Al-Ishlah Sendangagung menggelar Daurah Bahasa Arab intensif selama 10 hari. Program ini menjadi bekal khusus bagi siswa yang berminat melanjutkan studi di Madinah, Mesir, Maroko, Yaman, hingga LIPIA Jakarta.
Daurah Bahasa Arab MA Al-Ishlah berlangsung mulai 1 hingga 13 Agustus 2026. Dengan pemotongan libur kegiatan Pensi selama 3 hari, total pertemuan efektif tetap dirancang padat dan fokus.
Kegiatan ini menyasar siswa/i MA Al-Ishlah yang memiliki minat melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya jurusan Keagamaan. Tujuannya jelas: membekali peserta dengan materi yang dibutuhkan agar lulus Tes Muqabalah, yaitu ujian lisan masuk kampus di Timur Tengah dan LIPIA Jakarta.
“Jika di antara peserta nanti ada yang melanjutkan kuliah ke STIQSI, kami berharap kemampuan Bahasa Arab mereka lebih matang. Dampaknya akan kembali pada peningkatan kualitas Bahasa para santri di Pondok Al-Ishlah secara umum,” demikian tujuan jangka panjang program ini.
Materi Fokus Ujian dan Praktik
Selama daurah, peserta akan digembleng 5 materi utama:
- Nahwu – Tata bahasa Arab
- Shorof – Morfologi bahasa
- Balaghah – Retorika dan keindahan bahasa
- Imla’ – Menulis Arab dengan kaidah yang benar
- Simulasi Tes Muqobalah – Latihan ujian lisan masuk kampus
Diajarkan Alumni Sendiri
Yang menarik, seluruh tenaga pengajar adalah alumni MA Al-Ishlah yang telah berhasil menimba ilmu di LIPIA dan kampus-kampus Timur Tengah. Kehadiran mereka diharapkan menjadi role model langsung bagi adik-adik kelasnya.
Berikut daftar pengajar Daurah 2026:
- Ust. Hafif Handoyo, Lc, MA – Alumni S2 Tafsir Universitas Al-Azhar Mesir
- Ust. Rifqul Muzakki, Lc – Alumni LIPIA Jakarta
- Ust. Bintan Laksamana, Lc – Alumni LIPIA Jakarta
- Ust. Ahmad Sofian – Mahasiswa aktif LIPIA Jakarta
Kepala Madrasah Aliyah Al-Ishlah, Muhammad Arromuharmuzi M.Pd.I. menyampaikan rasa bangganya ajan hadirnya alumni Al-Ishlah untuk memberi bantuan ilmu kepada santri Al-Ishlah.
“Kami bangga alumni Al-Ishlah yang pernah mengenyam pendidikan di pondok kini hadir dan berkontribusi dalam mengembangkan Bahasa Arab. Dengan modal ilmu dari Timur Tengah, semoga bermanfaat dan menjadi jariyah ilmu bagi mereka,” ujarnya.
Melalui daurah ini, MA Al-Ishlah menegaskan komitmennya mencetak kader yang tidak hanya fasih berbahasa Arab, tetapi juga siap bersaing di kancah pendidikan internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments