Mugeb Primary School menggalakkan penggunaan masker dan pembagian vitamin untuk mencegah penularan virus influenza di lingkungan sekolah agar kegiatan belajar tetap kondusif. Suasana ruang kelas di Mugeb Primary School (Mugeb PS) tampak berbeda sejak Rabu (16/9/2026). Seluruh siswa, guru, karyawan, hingga warga sekolah kini kompak mengenakan masker saat beraktivitas.
Langkah mitigasi ini menjadi keputusan cepat sekolah untuk menekan penyebaran virus influenza yang belakangan merebak. Belakangan ramai dilaporkan terjadi influenza di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur.
“Ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (15/9/2026), merujuk www.cnbcindonesia.com.
Gejala influenza antara lain demam tinggi secara tiba-tiba, batuk kering, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri otot dan sendi. Pada sebagian kasus juga dapat terjadi muntah dan diare.
Sebelum mewajibkan penggunaan masker, pihak sekolah telah bergerak lebih dahulu membentengi kesehatan para pendidik dan tenaga kependidikan. Wakil Kepala Mugeb PS, Siswanto, menjelaskan bahwa langkah awal fokus pada penguatan imunitas pengajar.
“Sebelum adanya imbauan menggunakan masker, beberapa hari lalu guru dan karyawan Mugeb PS mendapatkan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh tetap fit,” tutur Siswanto.
Pihak sekolah juga menyosialisasikan instruksi penggunaan masker ini kepada para orang tua melalui grup komunikasi sekolah. Sekolah mengimbau orang tua agar meminta anak mereka yang mengalami gejala flu atau batuk mengenakan masker sejak dari rumah. Meski begitu, sekolah tetap menyediakan pasokan masker bagi siswa yang lupa atau belum sempat membawanya.
Jika pemeriksaan di UKS menunjukkan suhu badan siswa melampaui 37,5 derajat Celsius, sekolah menyarankan siswa tersebut beristirahat hingga pulih di rumah.
Adaptasi Belajar dengan Masker
Penerapan kebijakan baru ini membawa tantangan tersendiri di dalam kelas. Sebagian siswa mengaku belum terbiasa dan merasa kurang nyaman saat harus belajar sambil menutup hidung dan mulut mereka.
“Sulit bernapas, Ustadzah,” keluh Zayyan Arkana, siswa kelas II Banana lainnya.
Meski begitu, tidak sedikit siswa yang menyikapi kebijakan ini dengan antusias. Beberapa anak justru tampil percaya diri karena bisa mengenakan masker bermotif lucu kesukaan mereka.
“Maskernya lucu warna biru dan pink” celetuk Asheeqa Firza siswi II Banana itu dengan bangga.
Mereka bahkan saling mengingatkan temannya untuk tetap memakai masker dengan benar selama di kelas.
Melihat fenomena tersebut, Wali Kelas II Banana, Ilmi Zahrotin, memberikan dorongan semangat kepada para siswanya. Ia terus memotivasi anak-anak agar tetap mematuhi aturan demi meminimalkan penularan virus di antara teman sekelas.
Selain memotivasi, Ilmi mengimbau para siswa untuk menjaga jarak aman saat berkomunikasi. Cara ini efektif menjaga kesehatan bersama tanpa merenggangkan keakraban antar teman.
Saat jam istirahat tiba, Ilmi juga mengingatkan siswa untuk rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Ia pun menekankan pentingnya istirahat yang cukup saat berada di rumah.
Meski harus beraktivitas di balik masker, kegiatan belajar mengajar di Mugeb PS tetap berlangsung kondusif dan aman. Kebijakan ini diharapkan mampu mencegah penularan virus influenza secara efektif di lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments