Sebanyak 79 siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri) mengikuti kegiatan outing class bertajuk Lentera (Learning Trip Education and Recreation), Kamis (17/9/2026).
Kegiatan pembelajaran luar kelas tersebut mengajak siswa belajar secara langsung tentang materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya mengenai kegiatan ekonomi masyarakat dan potensi ekonomi kreatif.
Didampingi delapan guru pendamping dan guru kelas, rombongan berangkat dari sekolah pukul 07.00 WIB menuju Kampung Cokelat BMJ Mojokerto.
Destinasi tersebut dipilih karena memiliki rangkaian kegiatan yang terintegrasi, mulai dari perkebunan kakao, unit pengolahan, hingga galeri pemasaran produk.
Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan proses check-in dan foto bersama seluruh rombongan. Para siswa kemudian mengikuti sesi pembukaan yang diisi senam bersama dan berbagai fun games interaktif.
Kegiatan inti dilanjutkan dengan field trip mengelilingi area perkebunan kakao. Para siswa dapat melihat secara langsung pohon kakao sekaligus mencicipi buah kakao segar.
Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai teknik penanaman dan perawatan bibit kakao yang baik.
Setelah mengenal proses di tingkat perkebunan, siswa diajak mengikuti factory tour. Mereka melihat secara langsung proses pengolahan biji kakao menjadi berbagai produk cokelat siap konsumsi.
Rangkaian pembelajaran dari hulu hingga hilir itu kemudian ditutup dengan kunjungan ke galeri cokelat. Di tempat tersebut, siswa mengamati proses distribusi sekaligus strategi pemasaran produk wirausaha lokal.
Sebelum kembali ke sekolah, para siswa mendapatkan waktu luang atau free time dengan berenang di fasilitas yang tersedia.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Sakri, Ratna Metasari, mengatakan kegiatan Lentera dirancang untuk menjembatani pembelajaran yang diperoleh siswa di kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
“Melalui program Lentera ini, kami ingin siswa tidak sekadar menghafal konsep produksi, distribusi, dan konsumsi dari buku teks. Di Kampung Cokelat BMJ, mereka menyaksikan langsung bagaimana sebuah bahan mentah diolah dan memiliki nilai tambah ekonomi yang tinggi. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, dan kewirausahaan anak-anak sejak dini, serta membuat mereka makin bangga akan potensi sumber daya lokal yang ada di sekitarnya,” ujar Bu Meta disela-sela presesi pelepasan keberangkatan siswa.
Menurutnya, pembelajaran melalui pengalaman langsung diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep ekonomi secara lebih konkret sekaligus mengenalkan potensi sumber daya lokal.
Melalui program Lentera, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman rekreasi, tetapi juga belajar memahami bagaimana sebuah produk dihasilkan dari bahan mentah hingga sampai kepada konsumen.
Kunjungan ke Kampung Cokelat BMJ Mojokerto menjadi sarana bagi siswa untuk melihat secara langsung keterkaitan antara produksi, distribusi, konsumsi, serta pengembangan ekonomi kreatif.
Pembelajaran kontekstual seperti ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai roda perekonomian masyarakat sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kemandirian siswa sejak dini.





0 Tanggapan
Empty Comments