Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya berlangsung dengan cara yang sederhana, tetapi tetap bermakna. Kali ini, siswa diajak memahami materi tentang poster dengan memanfaatkan soal-soal yang terdapat dalam buku paket sebagai sumber belajar, pada hari Rabu (16/9/2026) bertempat di SD Muhammadiyah 18 Surabaya.
Tidak hanya sekadar membaca dan menjawab pertanyaan, siswa diajak untuk mengamati poster yang ada di papan informasi sekolah. “Menemukan informasi penting, memahami pesan yang disampaikan, serta mengidentifikasi tujuan dan sasaran poster, dari soal-soal yang tersedia di buku paket,” ujar Mitha Rizky Rachmawati, S.Hum selaku guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Siswa kemudian mempraktikkan secara langsung bagaimana sebuah poster dapat menyampaikan pesan kepada pembacanya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang bermakna tidak selalu membutuhkan media yang rumit. Memanfaatkan bahan yang tersedia, seperti buku paket, siswa tetap dapat belajar secara aktif melalui kegiatan mengamati, berdiskusi, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemahamannya.
Mereka belajar bahwa poster bukan hanya kumpulan gambar dan tulisan, tetapi memiliki pesan, tujuan, serta ajakan tertentu yang perlu dipahami oleh pembacanya.
Mitha menambahkan bahwa melalui kegiatan tersebut, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya tidak hanya belajar menjawab soal, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk memahami materi secara lebih nyata. Pembelajaran pun menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan menyampaikan pendapat.
Muhammad Ishamuddin Adi, siswa kelas 6 ini mengaku lebih mudah memahami materi setelah mengamati poster dan mendiskusikannya bersama-sama dengan ustadzah, “Saya jadi tahu bahwa poster harus memiliki pesan dan tujuan yang jelas. Ternyata, gambar dan tulisan dalam poster saling mendukung,” katanya.
Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa kreativitas dalam pembelajaran dapat dimulai dari apa yang sudah tersedia. Buku paket yang biasanya menjadi sumber untuk mengerjakan soal, dapat dikembangkan menjadi sarana untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual bagi siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments