Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lamongan resmi membuka Musyawarah Daerah (Musyda) XX di Perguruan Muhammadiyah Sedayulawas, Sabtu (12/9/2026).
Musyda yang berlangsung selama tiga hari, tepatnya Jumat-Minggu (11–13/9/2026) itu mengusung tema “New Social Movement IPM: Building Ecosystem of Impact Leadership”.
Kegiatan pembukaan diawali dengan berbagai penampilan dalam sesi pra acara.
Pertunjukan angklung oleh MIM 1 Modern Paciran menjadi penampilan pembuka. Kemudian berlanjut atraksi Hizbul Wathan dari MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas dan paduan suara SMAM 9 Brondong.
Launching Buku Ekoliterasi
Rangkaian pra acara ditutup dengan pertunjukan Tapak Suci dari MTs Muhammadiyah 3 Sedayulawas. Beragam penampilan tersebut turut memeriahkan suasana sebelum prosesi resmi pembukaan Musyawarah Daerah XX IPM Lamongan dimulai.
Prosesi pembukaan dipandu oleh dua MC dari SMAM 9 Brondong. Acara kemudian dilanjutkan dengan GWI serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars IPM yang dibawakan oleh tim paduan suara SMAM 9 Brondong.
Selanjutnya, Ketua Pelaksana Musyda XX, Ipmawan Riyanto, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Laporan tersebut menjadi pengantar sebelum rangkaian agenda penting lainnya dilaksanakan dalam pembukaan Musyawarah Daerah.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah launching buku Ekoliterasi karya Hengki Pradani.
Buku yang telah mulai dikerjakan sejak tahun 2023 tersebut untuk pertama kalinya secara resmi diluncurkan dalam momentum Musyda XX IPM Lamongan.
Kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan sertifikat penghargaan VOICHER atau Ipmawati Creative Video Challenge.
Penghargaan diberikan kepada Ipmawati Salma Talitha Indri Paramita dari PC IPM Paciran sebagai juara pertama dan Ipmawati Diajeng Pramhesti dari PC IPM Paciran sebagai juara kedua.
Titik Awal Lahirnya Kebaikan Baru
Memasuki sesi sambutan, Ketua Umum PD IPM Lamongan, Ipmawan Dimas Julian Arman, menyampaikan bahwa Musyda bukan sekadar momentum berakhirnya tanggung jawab kepengurusan.
Menurutnya, Musyda juga harus menjadi titik awal untuk melahirkan berbagai gerakan dan kebaikan baru.
“Musyawarah Daerah ini bukan hanya tentang berakhirnya masa tanggung jawab sebuah kepemimpinan. Justru, dari Musyda inilah kita memulai hal-hal baik yang baru, melanjutkan perjuangan, serta membangun gerakan IPM yang semakin berdampak” ujar Ipmawan Dimas.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PW IPM Jawa Timur, M Yuda Wahyu Saputra.
Setelah itu, Drs H Husnul Aqib MM selaku Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PAN tak ketinggalan memberikan nasihat kepada para pelajar. Pak Aqib, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya menjaga pergaulan di tengah berbagai tantangan remaja saat ini.
Sambutan terakhir sekaligus membuka Musyda XX disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Drs H Shodikin MPd. Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh Ayahanda H Shodikin.
Pemukulan gong tersebut menjadi penanda dimulainya Musyawarah Daerah XX PD IPM Lamongan.
Setelah prosesi pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ishoma dan temu alumni sebagai bagian dari rangkaian Musyda yang mempertemukan kader dan berbagai generasi IPM Lamongan.





0 Tanggapan
Empty Comments