Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Atasi Kekeringan, MDMC-Lazismu Jadikan Sekolah dan Masjid Titik Distribusi Air di Pamekasan

Iklan Landscape Smamda
Atasi Kekeringan, MDMC-Lazismu Jadikan Sekolah dan Masjid Titik Distribusi Air di Pamekasan
MDMC-LAZISMU bersama lintas lembaga menyalurkan air bersih ke lima kecamatan terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan (Hendri/PWMU.CO)
pwmu.co -

MDMC dan Lazismu Pamekasan bersama BPBD, PDAM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Palang Merah Remaja (PMR), serta tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Pamekasan, Rabu (7/10/2026).

Penyaluran air bersih tersebut menyasar lima kecamatan, yakni Larangan, Pademawu, Tlanakan, Proppo, dan Batu Marmar. Wilayah-wilayah tersebut termasuk daerah yang menghadapi persoalan kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Dalam pelaksanaannya, sekolah atau madrasah serta masjid dan mushala dimanfaatkan sebagai titik distribusi air bersih bagi masyarakat. Pola tersebut menjadi bagian dari model kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan unsur kebencanaan, layanan air, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan satuan pendidikan.

Ketua MDMC Pamekasan Hendri Masduki mengatakan pemanfaatan sekolah, madrasah, masjid, dan mushala dipilih karena fasilitas tersebut dekat dengan masyarakat dan memiliki jaringan komunitas yang luas.

“Model kolaboratif multi helix dalam gerak responsif penanganan kekeringan sebagai refleksi terhadap gerakan filantropi Al-Islam dilakukan dalam bentuk pengiriman air berbasis satuan pendidikan, sekolah atau madrasah, serta masjid dan mushala sebagai titik kumpul masyarakat terdampak kekeringan,” ujarnya.

Menurut Hendri, fasilitas pendidikan dan tempat ibadah dapat digunakan sebagai ruang yang mudah dijangkau masyarakat ketika bantuan air bersih disalurkan. Selain menjadi tempat aktivitas warga, keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan distribusi dilakukan lebih dekat dengan masyarakat terdampak.

Libatkan Lintas Lembaga

Aksi tersebut melibatkan sejumlah unsur yang bergerak dalam penanganan kebutuhan air bersih dan kegiatan kemanusiaan. Selain MDMC-Lazismu Pamekasan, terdapat BPBD, PDAM, HMI Cabang Pamekasan, PMR, serta Tim SPAB SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan dan SMA Negeri 1 Galis Pamekasan.

Ketua Bidang Pemberdayaan Umat HMI Cabang Pamekasan Taupik mengatakan keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian dari respons bersama terhadap kebutuhan masyarakat akibat kekeringan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Keterlibatan MDMC-Lazismu menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah dalam merespons kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kolaborasi tersebut juga mempertemukan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan dengan satuan pendidikan dalam kegiatan penanganan dampak kekeringan. Kehadiran PMR dan tim SPAB menjadi bagian dari keterlibatan pelajar dalam kegiatan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.

Penyaluran bantuan air bersih dilakukan di lima kecamatan yang menjadi sasaran kegiatan. Masyarakat terdampak dapat memperoleh bantuan melalui titik distribusi yang telah ditentukan oleh tim di masing-masing wilayah.

Bagi MDMC-Lazismu Pamekasan, penggunaan sekolah, madrasah, masjid, dan mushala sebagai titik distribusi juga memungkinkan bantuan menjangkau masyarakat melalui fasilitas yang telah mereka kenal dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Aksi tersebut menjadi respons terhadap kebutuhan air bersih masyarakat Pamekasan selama musim kemarau. Penanganan kekeringan selanjutnya membutuhkan koordinasi antarlembaga agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan wilayah dan kebutuhan masyarakat terdampak. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 08/10/2026 06:21
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu