Di tengah hiruk pikuk kota Surabaya, Panjebar Semangat, majalah berbahasa Jawa yang telah terbit selama lebih dari 93 tahun, tetap eksis berdiri.
Mungkin tak banyak yang tahu, jika Presiden pertama RI, Ir Soekarno, pernah mengirimkan doa untuk majalah tersebut.
Dalam agenda Muhammadiyah Historical Walk (MHW) edisi dr Soetomo pada Minggu (4/9/2026), Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur berkesempatan mengunjungi kantor redaksi Majalah bersejarah itu.
Kunjungan berlangsung sekitar pukul 17.30 WIB usai Maghrib. Tepat setelah rombongan mengunjungi Museum Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga dan Makam dr Soetomo.
Rombongan diterima langsung oleh Pemimpin Umum Panjebar Semangat, Arkandi Sari, beserta timnya.
Dorong Pelestarian Bahasa Jawa
Dalam sambutannya, Arkandi mengapresiasi kunjungan PWM Jawa Timur ke Majalah Panjebar Semangat.
“Semoga dengan kunjungan ini dapat membuka komunikasi untuk melestarikan kebudayaan, dalam hal ini bahasa Jawa” tutur Arkandi.
“Kami meneruskan perjuangan yang telah dirintis oleh pendahulu kami, sehingga bahasa Jawa tetap punya suara, punya ruang dan punya masa depan” harapnya.
Sebagai informasi, Majalah Panjebar Semangat merupakan majalah yang didirikan oleh tokoh pergerakan nasional, dr Soetomo, pada 2 September 1933.
Kantornya berpusat di Jl Gedung Nasional Indonesia No 2, Bubutan, Surabaya, hanya sepelemparan batu dari Museum sekaligus makam pendirinya, dr Soetomo.
Pegiat sejarah sekaligus Inisiator Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo, menyebut kisah di balik Panjebar Semangat.
“Nama Panjebar Semangat dipilih karena bukan koran kebudayaan, melainkan koran pembebasan” terangnya.
“Majalah ini berbahasa Jawa, ditujukan untuk orang Jawa dan daerah, dan awalnya merupakan majalah umum” tambah Kuncar.
Soekarno dan Panjebar Semangat
Yang menarik, majalah tersebut pernah mendapat perhatian khusus dari Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.
Di kantor redaksi, tercatat pernyataan Soekarno sekaligus pujiannya terhadap majalah yang pada September 1953 dipimpin oleh Imam Supardi.
Pernyataan berbahasa Jawa ini diserahkan Soekarno kepada Reporter RRI Pusat, Darmosugondo, yang sekaligus Pembantu Istimewa Panjebar Semangat. Berikut bunyi pernyataannya:
“Kabeh Madjallah kang mbijantu marang Perdjoangan Nasional gede gunane. Ta’ dongakake muga-muga ‘Panjebar Semangat’ lestari mbijantu perdjoangan kita iki”.
Sebagai tambahan, majalah ini dicetak 5000 eksemplar setiap cetak, dan didistribusikan di Indonesia hingga Suriname.
Hebatnya lagi, majalah ini telah melewati berbagai masa sulit seperti krisis moneter hingga Covid-19 lewat berbagai inovasi dan tangan dingin tim Panjebar Semangat.
Sebagai wujud nyata kontribusi pelestarian bahasa Jawa, kunjungan diakhiri dengan komitmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur untuk berlangganan majalah Panjebar Semangat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir Tamhid Masyhudi, yang ikut serta mengunjungi Kantor Majalah Panjebar Semangat.





0 Tanggapan
Empty Comments