Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Laren Menyapa Ngimbang, Enam Mubaligh Muhammadiyah Tebar Dakwah di Lima Masjid

Iklan Landscape Smamda
Dari Laren Menyapa Ngimbang, Enam Mubaligh Muhammadiyah Tebar Dakwah di Lima Masjid
Enam Mubaligh Muhammadiyah Tebar Dakwah di Lima Masjid Ngimbang. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dakwah tidak selalu harus dimulai dari tempat sendiri. Kadang, dakwah justru menemukan maknanya ketika seseorang mau melangkahkan kaki menuju saudara muslim di tempat lain, menyapa, bersilaturahmi, dan berbagi ilmu.

Semangat itulah yang dibawa Korp Mubaligh Muhammadiyah Cabang Laren ketika menyapa saudara muslim di wilayah Cabang Ngimbang, Lamongan, Sabtu (12/9/2026). Sebanyak enam mubaligh berangkat dari Laren dan menyebar ke lima masjid untuk menjalankan amanah dakwah.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara para mubaligh Muhammadiyah Laren dengan masyarakat muslim di wilayah Ngimbang.

Disambut Hangat Pengasuh Ponpes Muhammadiyah Ulul Azmi

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ustaz Kholiq Imron, pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulul Azmi sekaligus guru di SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang.

Dalam penyambutan tersebut, Ustaz Kholiq Imron memberikan pesan kepada para dai agar materi yang disampaikan kepada jamaah dapat difokuskan pada nilai-nilai keislaman.

“Kalau bisa difokuskan pada keislaman dalam penyampaian nanti,” tutur Ustaz Kholiq Imron.

Pesan tersebut menjadi bekal bagi para mubaligh sebelum menuju masjid masing-masing. Dakwah diharapkan benar-benar menghadirkan nilai-nilai keislaman yang dibutuhkan masyarakat, disampaikan dengan bahasa yang santun, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan jamaah.

 Enam Mubaligh Menyebar di Lima Masjid

Enam mubaligh yang mengikuti safari dakwah tersebut adalah Ustaz Mohamad Basori, Ustaz Ali Imron, S.Pd.I., Ustaz Illiyyun, Ustaz Muhsinin, Ustaz Fathur Rodhi, dan Ustaz Adi.

Keenam mubaligh tersebut kemudian menyebar ke lima masjid di wilayah Cabang Ngimbang.

Ustaz Adi bertugas di Masjid At-Taqwa, Kedungmentawar. Ustaz Ali Imron, S.Pd.I., mendapat amanah di Masjid Mujahidin, Cerme.

Ustaz Illiyyun bertugas di Masjid Baitul Muttaqin, Ngimbang. Sementara Ustaz Muhsinin dan Ustaz Fathur Rodhi bersama-sama bertugas di Masjid Baiturrahman, Lawak.

Adapun Ustaz Mohamad Basori mendapat amanah dakwah di Masjid Darussalam, Gebangangkrik.

Dengan demikian, enam mubaligh menyebar di lima masjid. Penyebaran ini menjadi ikhtiar untuk memperluas jangkauan dakwah sehingga lebih banyak jamaah yang dapat disapa dan mendapatkan manfaat.

Canda di Perjalanan, Bahagia Mengantar Para Dai

Ada cerita sederhana yang membuat perjalanan menuju Ngimbang terasa semakin hangat. Di tengah perjalanan, Bapak Sutomo yang menjadi nahkoda rombongan tampak menikmati kebersamaan bersama para mubaligh.

SMPM 5 Pucang SBY

Dengan canda dan tawanya yang khas, beliau mengatakan, “Aku suuueneng ngeterno poro yai nginiki.”

Ungkapan sederhana tersebut menggambarkan kebahagiaan beliau dapat mengantarkan para dai untuk menjalankan amanah dakwah.

Bagi Bapak Sutomo, mengantarkan para mubaligh bukan sekadar perjalanan biasa. Ada kebahagiaan tersendiri ketika dapat mengambil bagian dalam perjuangan dakwah, meskipun dalam bentuk yang sederhana.

Ustaz Ali Imron, S.Pd.I., salah satu mubaligh dari enam rombongan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas ketulusan Bapak Sutomo.

“Semoga Allah senantiasa memberikan beliau kekuatan, kesehatan, keikhlasan, dan istiqamah dalam mendukung serta membersamai perjuangan dakwah. Semoga setiap langkah dan pengorbanan beliau menjadi amal kebaikan yang bernilai di sisi Allah SWT,” tutur Ali Imron.

Menurutnya, dakwah merupakan kerja bersama. Tidak hanya mubaligh yang menyampaikan pesan agama, tetapi setiap orang yang membantu kelancaran dakwah juga memiliki peran yang berarti.

Dakwah yang Menyapa Saudara Muslim

Safari dakwah ini membawa semangat bahwa dakwah tidak hanya tentang menyampaikan ceramah. Dakwah juga berarti hadir di tengah masyarakat, membangun silaturahmi, menyapa dengan keramahan, serta saling menguatkan dalam kebaikan.

Semangat menyapa saudara muslim menjadi ruh dalam kegiatan tersebut. Para mubaligh dari Laren hadir di Ngimbang bukan sebagai pihak yang merasa lebih tinggi, tetapi sebagai saudara sesama muslim yang ingin berbagi ilmu dan mempererat persaudaraan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk saling mengenal dan belajar. Para mubaligh dapat memahami kondisi masyarakat di wilayah Ngimbang, sementara jamaah mendapatkan kesempatan bertemu dan mendengarkan pesan-pesan keislaman dari mubaligh Muhammadiyah Laren.

Dari Laren untuk Ukhuwah dan Dakwah

Dari Laren, enam mubaligh berangkat menuju Ngimbang. Sesampainya di sana, mereka disambut dengan hangat, kemudian menyebar ke lima masjid sesuai amanah masing-masing.

Ada yang menuju Kedungmentawar, Cerme, Ngimbang, Lawak, dan Gebangangkrik. Lima masjid menjadi tempat bertemunya para mubaligh dengan jamaah dalam suasana silaturahmi dan dakwah.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dakwah dapat bergerak dari masjid ke masjid dan dari hati ke hati. Tidak harus selalu dengan kegiatan besar. Terkadang, perjalanan sederhana, silaturahmi, dan pertemuan dengan jamaah justru menjadi awal dari hubungan dakwah yang lebih panjang.

Korp Mubaligh Muhammadiyah Cabang Laren berharap kegiatan Menyapa Saudara Muslim Ngimbang tidak berhenti pada satu pertemuan. Silaturahmi yang telah terjalin diharapkan dapat terus berkembang menjadi agenda dakwah yang berkelanjutan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 13/09/2026 07:44
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu