MTs Muhammadiyah 1 Taman kembali menyelenggarakan kegiatan Kajian Jum’at sebagai salah satu agenda pembinaan keislaman bagi Bapak dan Ibu Guru. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, (11/9/2026) bertempat di MTs Muhammadiyah 1 Taman, menghadirkan Ustadz Amrozi, S.Fil.I., M.Pd. sebagai pengisi materi. Kajian kali ini mengangkat tema “Trilogi Ibadah dalam Muhammadiyah”.
Kegiatan Kajian Jumat tersebut diikuti oleh Bapak dan Ibu Guru MTs Muhammadiyah 1 Taman dengan penuh perhatian dan antusias. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Dalam penyampaian materinya, Ustadz Amrozi menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam tidak semestinya dipahami hanya sebatas aktivitas formalitas. Ibadah harus mampu memberikan pengaruh terhadap spiritualitas seseorang sekaligus kehidupan sosialnya. Dengan demikian, seseorang yang rajin melaksanakan ibadah secara ritual juga diharapkan memiliki akhlak yang baik, kepedulian terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Trilogi Ibadah dalam Muhammadiyah
Tema “Trilogi Ibadah dalam Muhammadiyah” menjadi momentum bagi para guru untuk kembali merefleksikan makna ibadah secara lebih luas. Ibadah tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah Swt., tetapi juga harus tercermin dalam hubungan manusia dengan sesama. Salat, puasa, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berbagai bentuk ibadah lainnya semestinya melahirkan pribadi yang semakin dekat dengan Allah, semakin baik akhlaknya, serta semakin peduli terhadap orang lain.
Ustadz Amrozi menekankan bahwa keberagamaan yang baik bukan hanya terlihat dari banyaknya aktivitas ritual, tetapi juga dari perubahan perilaku yang muncul setelah seseorang menjalankan ibadah. Nilai spiritual yang tumbuh dalam diri seseorang seharusnya mendorongnya untuk menjauhi kemungkaran, menjaga ucapan, menghormati orang lain, berlaku jujur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Suasana kajian semakin menarik ketika berlangsung sesi tanya jawab. Ustadzah Azmi menyampaikan sebuah pertanyaan yang cukup mendalam dan mengajak peserta untuk melakukan perenungan. Beliau bertanya:
“Kenapa Allah membuat kita lupa akan janji kita kepada Allah saat kita baru ditiupkan ruh dalam janin ibu?”
Pertanyaan tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari Ustadz Amrozi. Beliau mengawali jawabannya dengan pertanyaan reflektif:
“Apakah Allah juga menciptakan kemungkaran? Apakah Allah juga menciptakan manusia dengan perilaku yang tercela?”
Menurut penjelasan Ustadz Amrozi, kemungkaran dan perilaku tercela tidak semestinya dinisbatkan kepada Allah sebagai sesuatu yang memaksa manusia untuk berbuat buruk. Manusia memiliki pilihan dan tanggung jawab atas perbuatannya. Beliau menjelaskan bahwa ketika manusia semakin jauh dari Allah, maka kecenderungan untuk lalai dan melupakan nilai-nilai yang seharusnya dijaga akan semakin besar.
Lebih lanjut, Ustadz Amrozi menyampaikan bahwa kedekatan manusia kepada Allah akan berpengaruh terhadap perilakunya. Seseorang yang senantiasa mengingat Allah akan berusaha menjaga setiap perkataan dan perbuatannya. Ia akan berusaha mengingat Allah dalam setiap kesempatan dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dari penjelasan tersebut, Ustadz Amrozi memberikan jawaban atas pertanyaan Ustadzah Azmi bahwa bukan berarti manusia sengaja “dibuat lupa” terhadap janji kepada Allah, melainkan manusia dapat menjadi lalai ketika hubungan spiritualnya dengan Allah semakin jauh. Oleh karena itu, manusia perlu terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah, dzikir, pembelajaran agama, serta amal saleh.
Kajian Jumat ini memberikan pesan penting bahwa ibadah harus menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan. Formalitas ibadah perlu diiringi dengan kedalaman spiritual dan kepedulian sosial. Semakin baik ibadah seseorang, semestinya semakin baik pula akhlaknya dan semakin besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Bagi keluarga besar MTs Muhammadiyah 1 Taman, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum kajian semata. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan oleh Bapak dan Ibu Guru dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai keislaman.
Melalui Kajian Jum’at dengan tema “Trilogi Ibadah dalam Muhammadiyah”, keluarga besar MTs Muhammadiyah 1 Taman diajak untuk terus memperkuat hubungan dengan Allah Swt., memperbaiki kualitas ibadah, dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, ibadah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi jalan untuk membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments