Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) secara resmi melepas 12 mahasiswa peserta Program Pengenalan Lapangan (PLP) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Meeting Room UMG, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3–28 Agustus 2026 mendatang.
Dekan FKIP UMG, Dr. Nur Fauziyah, M.Pd mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen FKIP UMG dalam memperluas implementasi tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan internasional.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman global bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri,” ujarnya.
Dia menjelaskan sebanyak 12 mahasiswa yang mengikuti program ini terdiri atas 5 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan 7 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
“Selama pelaksanaan kegiatan, mereka akan didampingi oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang secara bersamaan juga melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional,” jelas Fauziyah panggilan akrabnya.
Kegiatan PLP ini, lanjutnya, akan dilaksanakan di Sanggar Belajar Al Amin Sentul dan Sanggar Belajar At Tanzil, Kuala Lumpur.
“Di kedua sanggar tersebut, mahasiswa akan melaksanakan praktik mengajar bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai implementasi kompetensi pedagogik yang telah dipelajari selama perkuliahan,” lanjutnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan motivasi belajar anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia.
Wanita kelahiran Gresik ini mengatakan selain melaksanakan PLP, mahasiswa juga akan menjalankan program KKN Internasional melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat bersama komunitas PMI yang tinggal di sekitar sanggar belajar.
“Program tersebut meliputi kegiatan pendidikan, pendampingan, penguatan literasi, pengembangan karakter, serta aktivitas sosial yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ungkap ibu tiga anak ini.
Penguatan Jejaring Internasional
Narasumber Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementrian Pendidikan sejak 2013 ini mengatakan sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional Muhammadiyah, rangkaian kegiatan ini juga akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur, Malaysia.
“Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan komunitas Indonesia di luar negeri dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah berkemajuan,” tuturnya.
Dia menegaskan bahwa program PLP dan KKN Internasional ini merupakan salah satu langkah strategis dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi global sekaligus kepekaan sosial terhadap persoalan pendidikan masyarakat Indonesia di berbagai belahan dunia.
“PLP dan KKN Internasional ini bukan sekadar membawa mahasiswa belajar di luar negeri, yang lebih penting adalah bagaimana kehadiran mereka mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya anak-anak Pekerja Migran Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya mereka adalah generasi bangsa yang juga memiliki hak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. “Karena itu, kami ingin mahasiswa FKIP UMG hadir sebagai bagian dari solusi melalui kegiatan pembelajaran, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Upaya Membangun Kolaborasi Internasional
Fauziyah menjelaskan internasionalisasi yang dikembangkan FKIP UMG tidak hanya dimaknai sebagai mobilitas mahasiswa ke luar negeri, tetapi lebih dari itu sebagai upaya membangun kolaborasi internasional yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bagi kami, internasionalisasi harus menghasilkan dampak, Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan multikultural, mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, dan profesionalisme sebagai calon guru,” ujarnya.
Di sisi lain, lanjutnya, masyarakat Indonesia di Malaysia juga memperoleh manfaat melalui berbagai program pendidikan dan pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Inilah bentuk internasionalisasi yang memiliki nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan,” lanjutnya.
Dia juga menyampaikan keterlibatan tiga dosen dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional menjadi wujud sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi FKIP UMG untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan kontribusi nyata UMG dalam pengembangan pendidikan bagi komunitas Indonesia di luar negeri,” terangnya.
Melalui program ini, imbuhnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar dalam lingkungan internasional, tetapi juga belajar memahami realitas kehidupan masyarakat Indonesia di perantauan, mengembangkan empati, serta mengasah kemampuan menyelesaikan persoalan pendidikan dalam konteks yang beragam.
“Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi pendidik profesional yang adaptif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.
Program PLP dan KKN Internasional ini sekaligus menegaskan komitmen FKIP UMG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, FKIP UMG terus mendorong lahirnya lulusan yang berwawasan global, berkarakter Islami, serta mampu menjadi agen perubahan di mana pun mereka berkarya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments