Ada almamater yang sekadar menjadi tempat seseorang menuntaskan pendidikan. Namun, bagi Febrina Putri, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) adalah rumah yang meninggalkan jejak jauh lebih dalam.
Di sekolah itulah nilai-nilai kehidupan ditanamkan, keberanian untuk mengambil peran ditumbuhkan, kepemimpinan ditempa, dan cara berpikir dibentuk. Bertahun-tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, kenangan tentang Smamita tetap hidup dan menjadi bagian dari perjalanan dirinya.
Alumni Smamita tahun 2010 yang pernah dipercaya menjadi Ketua IPM Smamita 2009 itu kini berkiprah sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Konsultasi Indonesia Kanada–Brand Goperiksa.
Gagasan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan melalui Google Meet bersama jajaran pimpinan Smamita, Kamis (17/9/2026). Dalam pertemuan itu, Febrina turut menginisiasi rencana Reuni Akbar Alumni Smamita 2027 yang diproyeksikan mempertemukan alumni dari 10 angkatan, mulai 2005 hingga 2015.
Bagi Febrina, pulang ke Smamita bukan sekadar kembali ke tempat pernah menuntut ilmu.
“Konsep rindu pulang ke SMA Muhammadiyah 1 Taman bukan sekadar kembali ke tempat saya pernah menuntut ilmu, tetapi juga kembali kepada nilai-nilai yang membentuk saya sebagai pribadi tangguh yang beriman, tegas, berakal sehat, selalu menumbuhkan keberanian untuk mengambil peran, bertanggung jawab, dan memberi dampak positif di sekitar,” ujarnya.
Bekal untuk Keluar, Kembali, dan Mengabdi
Menurut Febrina, pendidikan yang diperolehnya di Smamita tidak berhenti di ruang kelas. Almamater membekali para siswa dengan keberanian untuk berkembang dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Ia teringat pesan K.H. Ahmad Dahlan tentang pentingnya menuntut ilmu seluas-luasnya. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi bekal bagi alumni untuk terus belajar, menjadi profesional di bidang masing-masing, kemudian kembali memberikan manfaat dan mendedikasikan ilmu untuk kemajuan Muhammadiyah.
“Smamita memberi bekal kepada kami para alumni untuk selalu mengingat pesan K.H. Ahmad Dahlan, yaitu agar menuntut ilmu seluas-luasnya di luar, menjadi profesional ahli, lalu kembali mendedikasikan diri dan ilmunya untuk memajukan Muhammadiyah,” tuturnya.
Semangat itulah yang ingin dihidupkan melalui Reuni Akbar 2027. Alumni tidak hanya dipertemukan oleh kenangan masa sekolah, tetapi juga oleh semangat untuk kembali terhubung dan memberi kontribusi.
Terinspirasi QS An-Nisa Ayat 1
Salah satu hal yang menjadi pemantik Febrina ketika menggagas reuni lintas angkatan adalah QS An-Nisa ayat 1. Ayat tersebut mengingatkan manusia tentang asal-usul penciptaannya sekaligus pentingnya menjaga hubungan persaudaraan.
Nilai persaudaraan itu terasa dekat dengan pengalaman Febrina selama menjadi bagian dari Smamita.
“Trigger yang paling teringat ketika menginisiasi Reuni Akbar 10 angkatan ini adalah QS An-Nisa ayat 1 tentang asal-usul manusia dan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan,” ungkapnya.
Bagi Febrina, nilai tersebut berkaitan erat dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang ia rasakan selama menjadi bagian dari keluarga besar Smamita dan terus dibawanya hingga kini.
Karena itu, reuni tidak dipandang sekadar sebagai agenda berkumpul dan bernostalgia. Lebih jauh, reuni menjadi momentum untuk kembali merawat persaudaraan yang pernah tumbuh di lingkungan sekolah.
Ketika ditanya apa yang paling dirindukan dari Smamita, jawaban Febrina sederhana.
“Smamita ngangenin.”
Ia merindukan suasana sekolah, guru-guru, teman-teman, hingga hal-hal kecil yang dahulu menjadi bagian dari kesehariannya.
“Makanan enak di kantinnya, suasana kelasnya yang selalu ramai dan penuh ide kreatif,” kenangnya.
Namun, ada satu hal yang menurut Febrina paling membekas, yakni ruang yang diberikan Smamita kepada siswa untuk berkembang di luar pelajaran akademik.
Sebagai sosok yang sejak sekolah memiliki ketertarikan kuat pada organisasi, Febrina merasakan bagaimana Smamita memberikan ruang luas untuk belajar melalui organisasi, kepemimpinan, dan kegiatan sosial.
“Bagi saya sejak sekolah cukup organization oriented, Smamita memberikan ruang yang luas untuk belajar melalui organisasi, kepemimpinan, dan kegiatan sosial,” katanya.
Bukan Hanya Mengajarkan Pelajaran
Bagi Febrina, Smamita meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar pengetahuan akademik. Almamater mengajarkannya bagaimana melihat persoalan dengan pikiran yang tajam sekaligus menjalani kehidupan dengan adab.
“Smamita bukan hanya tempat belajar pelajaran sekolah, tetapi salah satu tempat yang mengajarkan saya tentang literasi berpikir tajam dan adab berkehidupan,” tegasnya.
Nilai-nilai itulah yang membuat kerinduan terhadap Smamita tidak pernah benar-benar hilang meski waktu membawa para alumni ke berbagai jalan kehidupan.
Kini, melalui rencana Reuni Akbar 10 Angkatan 2027, Febrina bersama para alumni ingin membuka kembali ruang perjumpaan tersebut.
Bukan sekadar mengulang masa lalu, tetapi mempertemukan pengalaman, menyambung persaudaraan, dan membawa semangat yang pernah ditanamkan Smamita ke dalam kehidupan hari ini.
Sebab, bagi para alumni, pulang ke Smamita bukan berarti kembali menjadi siswa. Pulang adalah kembali kepada nilai-nilai yang pernah membentuk diri.
Dan setelah bertahun-tahun melangkah jauh, ada satu tempat yang tetap terasa seperti rumah: Smamita.
Smamita, Pintu Pulang Selalu Terbuka
Direktur Smamita menyambut baik gagasan para alumni angkatan 2005 hingga 2015 untuk menggelar Reuni Akbar 2027.
Baginya, rencana tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara sekolah dan alumni tidak berhenti ketika seorang siswa menerima ijazah dan meninggalkan gerbang sekolah.
Alumni boleh pergi mengejar cita-cita, tumbuh di berbagai bidang, dan menempuh jalan masing-masing. Namun, almamater tetap menjadi tempat untuk pulang.
Saat ini, gagasan tersebut masih menunggu pembahasan internal Smamita sebelum disampaikan kepada seluruh elemen terkait.
Tim inisiator alumni juga akan menghitung proyeksi anggaran, konsep acara, serta target peserta sebagai bahan pembahasan pada pertemuan berikutnya.
Jika seluruh gagasan tersebut terwujud, Reuni Akbar Smamita 2027 bukan sekadar tentang siapa yang hadir dan berapa banyak alumni yang berkumpul.
Lebih dari itu, reuni menjadi cerita tentang sebuah generasi yang pernah belajar bersama, tumbuh bersama, lalu kembali bersama untuk menguatkan almamater yang pernah menjadi rumah mereka.
“Karena sejauh apa pun alumni melangkah, selalu ada satu tempat yang membuat mereka ingin pulang ke Smamita.” (*)





Semoga berita ini sampai kepada semua ALUMNI SMAMITA dimanapun berada.
Please Contact SMAMITA for any further Information +62 851-9694-9514 / 0317881550