Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Murid SMA Muhi Raih Perak OSN Kebumian Tingkat Nasional

Iklan Landscape Smamda
Murid SMA Muhi Raih Perak OSN Kebumian Tingkat Nasional
Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Sharisha Adhiella Maruti, usai berhasil meraih medali perak OSN tingkat nasional bidang Kebumian di Malang, Sabtu (19/9/2026). (Yusron Ardi Darmawan/PWMU.CO).
pwmu.co -

Murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Sharisha Adhiella Maruti, berhasil meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional bidang Kebumian yang berlangsung di Malang.

Kepastian Sharisha meraih medali perak diumumkan pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di Malang.

Capaian ini menjadi prestasi membanggakan bagi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta sekaligus menambah catatan prestasi akademik sekolah di tingkat nasional.

Sharisha berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi yang mempertemukan murid-murid berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Medali perak tersebut juga menjadi bukti bahwa kemampuan dan ketekunan Sharisha di bidang Kebumian terus berkembang melalui proses pembelajaran dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Bukan Medali Pertama

Sebelumnya, Sharisha telah menunjukkan prestasi di bidang yang sama dengan meraih medali emas Olimpiade Kebumian tingkat nasional dalam ajang OlympiCAD #8 di Makassar pada Februari 2026.

Perjalanan Sharisha hingga mampu berdiri di panggung final OSN nasional berlangsung melalui rangkaian seleksi yang panjang, berjenjang, dan kompetitif.

Setiap tahapan menjadi proses untuk menguji kemampuan sekaligus menyaring talenta-talenta terbaik dari berbagai daerah sebelum akhirnya bertemu di tingkat nasional.

Lolos ke final nasional menunjukkan bahwa Sharisha mampu melewati setiap tahapan seleksi tersebut dan bersiap menghadapi persaingan dengan murid terbaik dari seluruh Indonesia.

Proses tersebut tidak hanya menuntut penguasaan materi. Namun juga kemampuan berpikir logis, menganalisis persoalan, membaca data, mengambil kesimpulan berdasarkan informasi ilmiah, serta mempertahankan ketelitian ketika menghadapi soal-soal dengan tingkat kesulitan tinggi.

Dalam kompetisi seperti OSN, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan kesiapan mental, ketekunan berlatih, kemampuan menghadapi tekanan kompetisi, serta kemauan untuk terus belajar dari setiap proses yang dilalui.

Bidang Kebumian sendiri memiliki karakteristik yang khas karena menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk memahami Bumi sebagai suatu sistem yang dinamis dan saling berhubungan.

Materinya tidak sekadar mempelajari batuan atau lapisan Bumi, tetapi mencakup geologi, geofisika, meteorologi, atmosfer, oseanografi, hingga berbagai proses yang membentuk dan memengaruhi lingkungan Bumi.

Dalam aspek geologi dan geofisika, peserta dapat dihadapkan pada persoalan mengenai struktur dan dinamika Bumi, mineral dan batuan, tektonik lempeng, gempa bumi, gunung api, serta proses pembentukan bentang alam.

Sementara itu, meteorologi dan atmosfer berkaitan dengan cuaca, iklim, awan, angin, tekanan dan suhu udara, serta dinamika atmosfer.

SMPM 5 Pucang SBY

Oseanografi juga menjadi bagian penting yang mempelajari karakteristik laut, arus, gelombang, pasang surut, serta interaksi antara laut dan atmosfer.

Karakter multidisiplin inilah yang membuat OSN Kebumian membutuhkan kemampuan memahami konsep sekaligus menghubungkan berbagai fenomena alam secara ilmiah dan sistematis.

Bangun Iklim Kompetisi Sehat

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs H Herynugroho MPd menyampaikan bahwa prestasi yang diraih Sharisha merupakan hasil dari proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten di sekolah.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hadir secara instan. tetapi melalui proses panjang yang melibatkan pembelajaran, latihan, pendampingan guru, serta kesempatan bagi murid untuk mengembangkan potensinya.

Sekolah juga terus membangun budaya dan iklim kompetisi yang sehat, sehingga murid memiliki ruang untuk berprestasi sekaligus belajar menghargai proses dan perjuangan.

Dalam iklim seperti itu, kompetisi tidak semata-mata dipandang sebagai persaingan untuk mendapatkan medali, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan, mengukur diri, belajar dari pengalaman, dan membangun karakter.

Herynugroho juga menekankan pentingnya karakter pantang menyerah yang terus ditanamkan kepada murid.

Ketika menghadapi soal sulit, kegagalan dalam suatu tahapan, maupun persaingan dengan murid dari berbagai daerah, murid didorong untuk terus mencoba, mengevaluasi kekurangan, dan kembali berlatih.

Bagi SMA Muhi, medali perak OSN Kebumian nasional yang diraih Sharisha menjadi gambaran dari proses pembinaan prestasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat tradisi prestasi akademik sekolah, khususnya dalam memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan bakat dan minat sesuai bidang yang ditekuni.

Konsistensi Sharisha di bidang Kebumian, mulai dari medali emas OlympiCAD #8 di Makassar hingga medali perak OSN nasional di Malang, menunjukkan pentingnya proses yang panjang dalam membangun kemampuan seorang murid.

Lebih dari sekadar pencapaian medali, perjalanan tersebut memberikan pengalaman tentang bagaimana menghadapi seleksi berjenjang. Kemudian berkompetisi secara sehat, mempertahankan semangat belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Capaian Sharisha diharapkan menjadi inspirasi bagi murid SMA Muhi lainnya untuk berani menemukan potensi, menekuni bidang yang diminati, dan membangun prestasi melalui proses yang disiplin, konsisten, serta penuh semangat pantang menyerah.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/09/2026 21:52
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu