Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Giri, Ahad (20/9/2026).
Pengajian yang bertepatan dengan 9 Rabiulakhir 1448 Hijriah ini mengangkat tema “Mengetuk Pintu Langit, Memperbaiki Hubungan di Bumi”. Kegiatan menghadirkan KH Drs Masyhad Bahri SH MPdI sebagai narasumber.
Dalam kajiannya, KH Masyhad Bahri menjelaskan tema tersebut dengan merujuk pada kandungan Surat Ali Imran ayat 112. Ayat tersebut menjelaskan tentang kehinaan yang menimpa suatu kaum, kecuali mereka yang berpegang teguh pada tali agama Allah dan menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Menurut Ustaz Masyhad, ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa kekuatan manusia tidak hanya bergantung pada kemampuan duniawi. Hubungan dengan Allah dan hubungan baik dengan sesama menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Ia kemudian menjelaskan bahwa sejarah menunjukkan pentingnya keteguhan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan. Salah satu sosok yang dapat menjadi teladan adalah Jenderal Besar Soedirman.
Jenderal Soedirman dikenal sebagai pemimpin yang disiplin dalam menjalankan ibadah. Di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ia berusaha menjaga wudhu, melaksanakan shalat tepat waktu, serta menjunjung tinggi penghormatan dan bakti kepada orang tua.
“Menjaga wudhu, shalat tepat waktu, dan berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari keteguhan spiritual,” terang Ustaz Masyhad.
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya membentuk keteladanan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan moral dalam menjalankan perjuangan.
Pembimbing Jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya itu menekankan bahwa hubungan dengan Allah perlu diwujudkan dalam kehidupan sosial.
“Mengetuk pintu langit” bukan hanya tentang memperbanyak ibadah secara pribadi, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Dengan demikian, keteguhan spiritual dapat melahirkan sikap yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap jamaah tidak hanya memahami pesan pengajian secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Keteguhan dalam beribadah, menjaga hubungan dengan sesama, serta meneladani nilai perjuangan para tokoh bangsa diharapkan menjadi bagian dari kehidupan umat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments