Iklan SDM 4 Mudipat 2026

SD Mumtaz Perkuat Karakter Tim Fasta untuk Bangun Budaya Positif

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
SD Mumtaz Perkuat Karakter Tim Fasta untuk Bangun Budaya Positif
Pembinaan Fasta Oleh Rizky Johan Prasetyo, M.Pd diruang meeting Zona 2 (Laela Fauziah/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) memperkuat karakter dan jiwa kepemimpinan siswa melalui pembinaan Tim Fasta, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB di Ruang Meeting Zona 2 ini bertujuan menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan dalam membangun budaya positif di sekolah.

Pembinaan dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rizky Johan Prasetyo, M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, anggota FASTA mendapatkan arahan mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sekaligus penguatan karakter agar mampu menjadi teladan bagi teman-teman sebaya.

Tim Fasta terdiri atas dua perwakilan dari setiap kelas, yaitu satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Mereka dipercaya guru untuk membantu menumbuhkan kebiasaan positif melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Amanah untuk Menjadi Teladan

Dalam arahannya, Rizky Johan Prasetyo menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada anggota Fasta harus diiringi dengan tanggung jawab dan kesediaan menjaga perilaku.

“Kalian adalah siswa-siswi pilihan yang telah dipercaya oleh Bapak dan Ibu Guru untuk menjadi bagian dari Tim Fasta. Karena itu, jadilah teladan yang baik bagi teman-teman kalian. Tunjukkan bahwa kepercayaan ini bukan sekadar amanah, tetapi juga tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari,” pesannya.

Ia mengingatkan bahwa anggota Fasta perlu memulai kebiasaan baik dari diri sendiri sebelum mengajak siswa lain melakukan hal serupa. Misalnya, menunjukkan kedisiplinan sebelum mengingatkan teman untuk menaati aturan sekolah.

Kepercayaan tersebut bukan alasan untuk merasa lebih unggul daripada siswa lainnya. Sebaliknya, menjadi anggota Fasta merupakan kesempatan untuk belajar memimpin, menjaga amanah, dan memberikan pengaruh positif di lingkungan sekolah.

Keteladanan itu dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan, berbicara santun, menaati tata tertib, dan membantu teman yang membutuhkan. Melalui pembiasaan tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa kepemimpinan bukan sekadar memberi arahan, melainkan juga menunjukkan perilaku baik secara konsisten.

Belajar Disiplin dan Menginspirasi Teman

Hayden Hendy Setiawan, siswa kelas VI D, mengaku senang mendapat kesempatan menjadi bagian dari Tim Fasta. Ia ingin memanfaatkan kepercayaan tersebut untuk meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Saya senang bisa menjadi bagian dari Tim Fasta. Saya ingin belajar menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Kalau ingin mengajak teman-teman melakukan hal baik, tentu saya harus memberikan contoh terlebih dahulu,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ameera Diandra Khazalia A, siswi kelas IV F. Ia ingin menjadi teladan bagi teman-temannya melalui tindakan sederhana sekaligus mengingatkan mereka dengan cara yang baik.

“Saya ingin menjadi contoh yang baik untuk teman-teman, mulai dari hal kecil seperti menaati aturan sekolah, menjaga kebersihan, dan saling membantu. Saya juga ingin mengingatkan teman dengan cara yang baik,” tuturnya.

Menumbuhkan Budaya Positif di Sekolah

Pembinaan Tim Fasta menjadi bagian dari upaya SD Mumtaz dalam mengembangkan pendidikan karakter melalui keterlibatan aktif siswa. Sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan membangun kepedulian sosial.

Melalui Tim Fasta, sekolah berharap kebiasaan saling mengingatkan dalam kebaikan dapat tumbuh di setiap kelas. Anggota Fasta diharapkan mampu menjalankan amanah bukan dengan merasa lebih tinggi daripada teman-temannya, melainkan melalui keteladanan yang diterapkan setiap hari.

Pembinaan ini menjadi langkah untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama. Sebab, keteladanan tidak cukup disampaikan melalui nasihat, tetapi perlu diwujudkan dalam kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 21/10/2026 17:09
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu