Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini, termasuk anemia pada remaja putri. Pemeriksaan ini tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik, tetapi juga kemampuan siswa berkonsentrasi dan mengikuti pembelajaran.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis di SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, Jalan Kapasan, Surabaya, Rabu (21/10/2026). Skrining kesehatan itu dilakukan oleh Puskesmas Tambakrejo.
Apsari Listyowati, S.Kep., Ns., salah seorang tenaga kesehatan Puskesmas Tambakrejo Surabaya, menjelaskan bahwa CKG sekolah merupakan pemeriksaan kesehatan yang ditujukan kepada anak usia sekolah untuk mengidentifikasi faktor risiko, mendeteksi kondisi prapenyakit, dan menemukan penyakit lebih awal.
“Cek Kesehatan Gratis di sekolah bertujuan untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, sehingga kondisi yang ditemukan bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Apsari menjelaskan, salah satu jenis pemeriksaan yang penting bagi remaja putri ialah skrining anemia melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) dalam darah.
“Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi siswa yang mengalami kekurangan hemoglobin agar dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan,” kata dia.
Apsari lalu menjelaskan, anemia dapat menimbulkan gejala berupa tubuh mudah lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas harian siswa, termasuk proses belajar di kelas.
“Karena itu, pemeriksaan kadar Hb menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mendukung prestasi belajar,” tegasnya.
Deteksi dini, timpal Apsari, juga membantu tenaga kesehatan menentukan tindak lanjut, seperti pemeriksaan lanjutan, edukasi gizi, serta pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Mencegah Risiko Kesehatan di Masa Depan
Menurut Apsari, pencegahan anemia pada remaja putri juga memiliki manfaat jangka panjang.
“Anemia yang tidak tertangani dapat menjadi persoalan kesehatan ketika mereka memasuki usia reproduksi dan mengalami kehamilan. Anemia selama kehamilan meningkatkan risiko komplikasi, termasuk kelahiran prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR),” jabar dia
Dia menambahkan, pencegahan sejak remaja menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko tersebut sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Selain pemeriksaan anemia, CKG sekolah mencakup pemeriksaan status gizi, kesehatan mata dan telinga, gigi, kesehatan jiwa, serta buta warna. Jenis pemeriksaan disesuaikan dengan kelompok umur dan jenjang pendidikan.
Dikatakan Apsari, program ini menyasar peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK atau sederajat, termasuk sekolah luar biasa (SLB), pesantren, dan Sekolah Rakyat. Anak usia 7–17 tahun yang tidak berada dalam satuan pendidikan juga termasuk sasaran program.
Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan siswa diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan dan pencegahan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
“CKG sekolah sekaligus menjadi kesempatan untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan perlu dimulai sejak usia dini, bukan hanya setelah muncul keluhan atau penyakit,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments