Iklan SDM 4 Mudipat 2026

HSN 2026, Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Siap Menjawab Tantangan Zaman

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
HSN 2026, Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Siap Menjawab Tantangan Zaman
Alimah, M.Pd (Dok. Pribadi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Hari Santri Nasional (HSN) 2026 jatuh pada Kamis 22 Oktober menjadi momentum bagi dunia pendidikan pesantren untuk memperkuat komitmen mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam keimanan, serta mulia dalam akhlak.

Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, Alimah, M.Pd., menegaskan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman.

Menurut Alimah, menjadi santri bukan sekadar belajar ilmu agama dan menjalani kehidupan di pesantren. Lebih dari itu, santri harus mampu membentuk karakter, membiasakan kedisiplinan, menjaga adab, serta mengembangkan potensi diri agar kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Santri harus memiliki cita-cita besar. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah diperoleh. Teruslah belajar, tingkatkan prestasi, jaga akhlak, dan persiapkan diri untuk menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” pesannya, kepada PWMU.CO pada Rabu (21/10/2026).

Sebagai lembaga pendidikan di lingkungan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, MTs Muhammadiyah 15 berkomitmen membangun keseimbangan antara pendidikan keislaman, pengembangan intelektual, dan pembentukan karakter peserta didik.

Bu Alimah menilai, nilai-nilai kehidupan pesantren seperti kemandirian, kesederhanaan, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, serta semangat menuntut ilmu merupakan bekal penting bagi santri dalam menjalani kehidupan di masa depan.

Santri Tidak Boleh Tertinggal oleh Perkembangan Zaman

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, Alimah mengingatkan bahwa santri harus memiliki keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan dan perubahan zaman. Santri tidak boleh hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga perlu menguasai literasi digital, sains, dan teknologi.

Meski demikian, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan menjaga etika, kejujuran, dan tanggung jawab. Teknologi semestinya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan menyebarkan kebaikan, bukan justru menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai agama.

“Santri masa kini harus mampu menguasai ilmu agama sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadilah generasi yang cerdas, kreatif, dan berprestasi, tetapi tetap menjaga adab serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap langkah,” ungkapnya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Ia juga menekankan bahwa kecerdasan seseorang tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Santri yang berilmu harus mampu menunjukkan ilmunya melalui akhlak yang baik, kepedulian sosial, dan kesungguhan dalam berbuat kebaikan.

Hari Santri, Momentum Menguatkan Pengabdian

Bagi Alimah, Hari Santri Nasional bukan hanya seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan kembali perjuangan para ulama dan santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui pendidikan, dakwah, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam lingkungan Muhammadiyah, semangat itu sejalan dengan cita-cita Islam Berkemajuan yang mendorong lahirnya generasi beriman, berilmu, berkemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan umat.

Karena itu, Alimah mengajak seluruh santri MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan agar menjadikan kegiatan belajar sebagai bagian dari perjuangan. Kesungguhan dalam menuntut ilmu, ketekunan beribadah, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan langkah nyata untuk mempersiapkan masa depan.

“Jangan pernah malu menjadi santri. Banggalah menjadi santri karena pesantren mengajarkan ilmu, adab, kemandirian, dan perjuangan. Buktikan bahwa santri mampu berprestasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta hadir membawa manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 semakin menumbuhkan semangat belajar dan pengabdian di kalangan santri. Dengan bekal ilmu agama, wawasan yang luas, dan akhlak mulia, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai Islam sekaligus berkontribusi dalam membangun Indonesia. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 21/10/2026 21:09
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu