Iklan SDM 4 Mudipat 2026

38 Siswa Tahfidz MTs Muhita Ikuti Dauroh Sebulan di Pare, Perkuat Hafalan dan Kemandirian

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
38 Siswa Tahfidz MTs Muhita Ikuti Dauroh Sebulan di Pare, Perkuat Hafalan dan Kemandirian
38 Siswa Kelas Tahfidz MTs Muhita mengikuti Dauroh Tahfidz di Pare Kediri (Moch Ziah Ulhaq/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 38 siswa kelas Tahfidz MTs Muhammadiyah 1 Taman (MTs Muhita), Sidoarjo, mengikuti Program Dauroh Tahfidz selama satu bulan di D-BEAT (Dynamic Boarding English Arabic Tahfidz), Pare, Kediri, Jawa Timur. Program ini berlangsung mulai 18 Oktober hingga 19 November 2026.

Pemberangkatan peserta dilaksanakan pada Ahad (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi ikhtiar MTs Muhita untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar di lingkungan berasrama.

Selama mengikuti dauroh, para siswa akan menjalani pembelajaran dan pembinaan tahfidz secara terstruktur. Mereka diharapkan mampu menambah hafalan, memperkuat hafalan yang telah dimiliki melalui murajaah, serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Selain itu, kehidupan berasrama menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar mandiri, mengatur waktu, meningkatkan kedisiplinan, dan membangun kebersamaan dengan teman-teman.

Kepala Madrasah Pesan Jaga Nama Baik

Kepala MTs Muhammadiyah 1 Taman, Ustadz Mohammad David Elhakim, S.Th.I., M.Pd., berpesan agar seluruh peserta mengikuti program dengan sungguh-sungguh dan menjaga sikap selama berada di lingkungan pondok.

Ia mengingatkan bahwa para siswa membawa nama baik diri sendiri, madrasah, dan keluarga. Karena itu, mereka harus menjaga kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia selama mengikuti kegiatan.

“Anak-anak harus memanfaatkan kesempatan dauroh ini dengan sebaik-baiknya. Jaga nama baik sekolah, keluarga, serta pondok. Tunjukkan sikap yang baik, hormati para pembimbing, dan ikuti setiap kegiatan dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.

Ia berharap dauroh tidak hanya menjadi sarana menambah hafalan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an dan mendorong mereka mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan menjadi penghafal Al-Qur’an tidak hanya diukur dari banyaknya ayat yang dihafal, tetapi juga dari kesungguhan menjaga hafalan dan akhlak yang mencerminkan ajaran Al-Qur’an.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Terinspirasi Pesan Menteri

Salah satu peserta, Ali Akbar, menyambut program ini dengan antusias. Ia berharap dauroh menjadi kesempatan untuk menambah hafalan, memperkuat murajaah, dan memperoleh pengalaman baru dalam kehidupan pesantren.

Ali juga ingin menerapkan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., tentang keberanian bermimpi, berusaha maksimal, dan menjadi yang terbaik.

“Melalui dauroh ini, saya ingin mengimplementasikan pesan Pak Menteri untuk melakukan yang terbaik dan jadi yang terbaik. Saya ingin lebih semangat menghafal Al-Qur’an, menjaga hafalan, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.

Ia berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mencapai target hafalan, serta saling menyemangati bersama teman-temannya.

Melalui program ini, MTs Muhita berupaya membina generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki karakter Islami, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Selama satu bulan di Pare, ke-38 siswa diharapkan dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperkuat hafalan, memperbaiki akhlak, dan mengembangkan kemandirian sebagai bekal menghadapi masa depan. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 19/10/2026 10:15
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu