Tiga guru ISMUBA dari SD Muhammadiyah 1 dan SD Muhammadiyah 2 Taman, Sidoarjo, mengikuti kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026.
Keikutsertaan mereka menjadi ikhtiar meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar pembelajaran Al-Islam di sekolah Muhammadiyah semakin inovatif, interaktif, dan menyenangkan bagi murid.
Kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Sidoarjo ini dilaksanakan secara daring pada Selasa dan Kamis (13 dan 15/10/2026), kemudian dilanjutkan dengan kegiatan luring gelombang pertama pada Sabtu–Ahad (17–18/10/2026) di Hotel Vanda Gardenia, Trawas, Mojokerto. Peserta dari Kecamatan Taman termasuk dalam gelombang pertama tersebut.
Meskipun kegiatan ini secara resmi ditujukan kepada guru PAI, keikutsertaan guru ISMUBA dari sekolah Muhammadiyah menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan dan keterampilan mengajar. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik pembelajaran Al-Islam dan kurikulum ISMUBA di sekolah Muhammadiyah.
Perkuat Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran
Pada sesi daring peserta mendapatkan materi tentang kebijakan implementasi Capaian Pembelajaran (CP) PAI terbaru dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta pengarahan PKB. Sesi diskusi dan tanya jawab turut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman terhadap materi.
Adapun pada kegiatan luring gelombang pertama, peserta mengikuti materi Transformasi Digital Pembelajaran PAI. Materi tersebut mencakup pemanfaatan Artificial Intelligence (AI Tools) untuk menyusun konten pembelajaran interaktif, penyusunan modul ajar berbasis CP PAI terbaru, serta pembuatan media pembelajaran digital hasil inovasi guru.
Peserta juga mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan media digital dan nilai-nilai moderasi beragama.
Bagi guru ISMUBA, wawasan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan pembelajaran Al-Islam yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan murid. Pemanfaatan teknologi diharapkan bukan sekadar membuat pembelajaran terlihat modern, melainkan membantu murid memahami materi agama dengan cara yang lebih menarik dan bermakna.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Nanang Kholidin,S.Ag., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan guru di sekolah Muhammadiyah untuk terus berinovasi dalam pembelajaran Al-Islam. Guru diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang menarik, tanpa meninggalkan penguatan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter peserta didik.
Ingin Menjadi Guru yang Dinantikan Murid
Salah satu peserta, Choeroer Rofiq, S.Ag., M.Pd., guru Al-Islam kelas V, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan PKB GPAI Kabupaten Sidoarjo. Baginya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.
“Melalui PKB ini, saya ingin menjadi guru yang benar-benar profesional dalam mengajar. Saya berharap dapat menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sehingga kehadiran guru selalu dinantikan oleh murid,” ungkapnya.
Menurutnya, guru perlu terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas agar pembelajaran tidak monoton.
Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, dengan tetap memperhatikan tujuan pembelajaran dan penanaman akhlak.
Hal senada disampaikan Dina Nurul Fitriya, S.Pd.I., guru Al-Islam kelas VI. Ia menilai kegiatan PKB bermanfaat untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan kebijakan pembelajaran dan penyusunan perangkat ajar.
“PKB ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai guru. Capaian Pembelajaran PAI terbaru yang dipadukan dengan kurikulum ISMUBA Muhammadiyah akan sangat baik apabila diterapkan secara tepat sesuai dengan karakteristik pembelajaran di sekolah Muhammadiyah,” tuturnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap CP PAI dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pembelajaran Al-Islam yang lebih terarah. Dengan memadukannya secara tepat dengan kurikulum ISMUBA, guru dapat memperkaya strategi pembelajaran sekaligus menjaga kekhasan pendidikan Muhammadiyah.
Membawa Hasil Pelatihan ke Kelas Al-Islam
Keikutsertaan tiga guru ISMUBA dari SD Muhammadiyah 1 dan SD Muhammadiyah 2 Taman dalam PKB GPAI Kabupaten Sidoarjo menunjukkan pentingnya semangat belajar berkelanjutan bagi pendidik. Perkembangan teknologi, kebijakan pendidikan, dan kebutuhan murid menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi.
Bagi sekolah Muhammadiyah, hasil pelatihan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara selektif dalam pembelajaran Al-Islam, dengan tetap mengacu pada kurikulum ISMUBA dan tujuan pembentukan karakter Islami.
Dengan demikian, pembelajaran Al-Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong murid memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui guru yang profesional, kreatif, dan terbuka terhadap perkembangan zaman, pembelajaran Al-Islam diharapkan semakin menarik, bermakna, serta mampu menumbuhkan generasi berakhlak mulia dan berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments