Mengikuti perlombaan untuk pertama kalinya tidak menyurutkan semangat Tim Drumband Gema Nada Al Mizan Putri untuk tampil maksimal. Meski baru berdiri tahun lalu dan menjalani persiapan dalam waktu terbatas, tim drumband dari Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan ini berhasil memborong enam gelar juara dalam ajang Lamongan Marching Open Tournament 2026 tingkat Jawa Timur.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lamongan tersebut berlangsung di GOR Lamongan, Ahad (18/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi pengalaman perdana Gema Nada Al Mizan Putri dalam kompetisi drumband.
Enam gelar juara yang berhasil diraih menjadi pencapaian membanggakan sekaligus bukti semangat para santri dalam mengembangkan potensi di bidang seni musik dan baris-berbaris.
Adapun prestasi yang diraih Gema Nada Al Mizan Putri meliputi
- Juara I Field Commander
- Juara I Drum Major
- Juara I Permainan Terbaik Kategori Analisa Musik
- Juara I Permainan Terbaik Kategori Color Guard
- Juara I Permainan Terbaik General Effect
- Juara I Konser Klasemen SMA/Umum Orgen Beginner.
Persiapan Terbatas, Semangat Tetap Membara
Pelatih Drumband Gema Nada Al Mizan Putri, Syahrul Afid, mengungkapkan bahwa persiapan menuju perlombaan dilakukan dalam waktu yang cukup mendadak. Tim harus memanfaatkan waktu yang tersedia di sela-sela padatnya kegiatan sekolah dan pondok pesantren.
“Persiapannya cukup mendadak dan memanfaatkan waktu yang ada, di sela-sela kegiatan sekolah dan pondok,” ungkapnya.
Menurutnya, proses latihan juga menghadapi sejumlah kendala. Kehadiran anggota belum bisa maksimal karena berbagai kegiatan pesantren. Selain itu, beberapa santri yang sakit harus pulang sehingga tidak dapat mengikuti latihan.
Kendala lainnya berkaitan dengan kesiapan peralatan yang masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang seluruh pemain dan penanggung jawab drumband-nya merupakan perempuan.
Meski demikian, berbagai keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat para santri untuk memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi perdana mereka.
Dari Pesimis Menjadi Bahagia
Mister -sapaan akrabnya- mengaku bangga dapat mendampingi para santri hingga berhasil meraih prestasi dalam kompetisi tingkat Jawa Timur tersebut.
Ia menceritakan, sebelum pengumuman kejuaraan, para santri sempat terlihat pesimis terhadap hasil yang akan diperoleh. Mereka belum yakin mampu membawa pulang gelar juara dalam debut kompetisi tersebut.
Namun, suasana berubah ketika pengumuman kejuaraan berlangsung. Raut wajah para santri yang semula diliputi keraguan berubah menjadi kebahagiaan setelah mengetahui hasil yang mereka raih.
“Kesannya sangat bangga bisa menghantarkan anak-anak meraih juara. Sebelum pengumuman, anak-anak terlihat pesimis mendapatkan hasil yang bagus. Akan tetapi, setelah pengumuman berlangsung, raut wajah santri terlihat sangat bahagia,” tuturnya.
Bagi Mister, pencapaian tersebut bukan sekadar deretan gelar juara, melainkan juga pengalaman berharga bagi para santri untuk membangun kepercayaan diri, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat berprestasi.
Target Lebih Siap di Kompetisi Berikutnya
Keberhasilan dalam kompetisi perdana ini menjadi motivasi bagi Gema Nada Al Mizan Putri untuk terus berkembang. Syahrul berharap timnya dapat kembali berpartisipasi dalam berbagai ajang perlombaan pada masa mendatang dengan persiapan yang lebih matang.
Ia juga berharap para santri semakin bersemangat dalam berlatih serta mendapatkan dukungan penuh dari pihak-pihak terkait agar kemampuan tim terus meningkat.
“Perasaannya sangat senang. Mudah-mudahan ke depannya bisa berpartisipasi di event lainnya, lebih bersemangat dan lebih siap lagi, serta mendapat support penuh dari pihak terkait,” harapnya.
Dengan pengalaman perdana yang berbuah enam gelar juara, tim ini memiliki modal berharga untuk terus mengasah kemampuan dan mengharumkan nama Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan melalui bidang seni dan olahraga drumband. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments