Suasana siswa kelas XII di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) tampak penuh antusias pada Selasa (13/10/2026). Rangkaian hari kedua Education Fair (Edufair) 2026 resmi digelar dengan mengusung tema besar “Empowering the Next Generation of Innovators”.
Melalui agenda Presentasi beberapa Perguruan Tinggi Dalam Negeri dan Luar Negeri, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat berbagai kampus impian guna merancang masa depan mereka secara lebih mantap.
Pada kegiatan ini, setiap kelas berkesempatan menyimak pemaparan langsung dari 8 lembaga pendidikan tinggi. Beragam perguruan tinggi ternama turut hadir memeriahkan suasana, mulai dari kampus swasta nasional hingga lembaga konsultasi dan universitas mancanegara.
Di antaranya adalah Universitas Surabaya, BINUS Malang, Universitas Ciputra, Universitas Pelita Harapan (UPH), Telkom University Surabaya, ISTTS, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Universitas Dinamika, Sages Academy International, Ottimmo International, Majapahit Tri Star, NIS Indonesia, Kaplan Edu, Genesia International Academy, IDP Education, Vista Education Corp, The Next Pathway Indonesia, hingga Tomsk State University.
Wawasan Mendalam
Kehadiran belasan institusi tersebut membawa angin segar dan wawasan mendalam bagi para siswa Smamda, salah satunya Amira Indira Putri Fathurrahma XII.8. Mira mengaku kegiatan presentasi Edufair memberikan banyak perspektif baru mengenai seluk-beluk dunia perkuliahan swasta di Indonesia.
“Kegiatan ini menambah pengetahuan tentang universitas dan institut swasta, sekaligus memberi gambaran nyata tentang tantangan, manfaat, hingga kehidupan kampus ke depannya,” ungkap Mira. Tak hanya wawasan umum, informasi rinci seperti pilihan program studi, rincian biaya pendaftaran, hingga peluang beasiswa juga didapatkan peserta secara transparan.
Bagi Mira, dari sekian banyak presentasi yang disimak, sesi dari Universitas Ciputra menjadi yang paling berkesan. Kehadiran empat pemateri sekaligus—yang terdiri dari dua pembicara utama, seorang dokter gigi, dan seorang dosen Ilmu Komunikasi—berhasil menghidupkan suasana kelas.
Penjelasan yang lugas dipadu dengan ice breaking interaktif serta pembagian hadiah berupa jajanan tiramisu membuat presentasi terasa sangat hangat dan menyenangkan.
Bukan hanya Mira yang memetik manfaat besar, Edufair 2026 juga menjadi titik balik penting bagi Khansa Adiba Nurluthfy XII.1. Kegiatan ini menjadi momentum baginya untuk merefleksikan kembali cita-cita dan pilihan studi yang selama ini ia jalani.
“Edufair hari ini benar-benar membuka wawasan dan membuat saya berpikir dua kali. Selama ini saya hanya mengikuti dorongan orang tua untuk masuk PTN seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau Universitas Airlangga. Namun hari ini, saya menyadari betapa luasnya pilihan di luar sana, mulai dari dunia sekolah kuliner yang menarik hingga fleksibilitas sistem kuliah di luar negeri,” tutur Khansa.
Khansa mengakui presentasi dari The Next Pathway Indonesia sebagai momen yang paling membukakan matanya. Sesi tersebut memaparkan besarnya peluang studi lanjut dan prospek karier di Australia sebagai alternatif nyata di tengah ketatnya persaingan dunia kerja nasional. Informasi ini memberinya ruang untuk mengevaluasi kembali apa yang benar-benar ia inginkan bagi masa depannya sendiri.
Melalui Edufair 2026, Smamda Surabaya tidak sekadar menggelar pameran pendidikan, melainkan berhasil memantik keberanian siswa-siswinya untuk berinovasi dan menentukan jalan masa depan mereka secara mandiri. Sejalan dengan tema yang diusung, generasi inovator muda dari Smamda kini siap melangkah lebih percaya diri menuju jenjang pendidikan tinggi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments