Delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menghasilkan sejumlah media pembelajaran setelah menjalani Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) selama dua bulan di SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Program tersebut ditutup dengan penyerahan kembali mahasiswa kepada pihak kampus pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Inovatif Jagir, SD Muhammadiyah 7 Surabaya, itu dihadiri dosen pembimbing PLP FPKS Umsura Dr. Fajar Setiawan, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya Achmad Zainuri Arif, M.Pd., serta guru pembimbing PLP Vitriani, S.Pd.
Delapan mahasiswa yang menyelesaikan program tersebut adalah Dafin Maulana Pratama, Deni Pustikasari, Isma Fauni, Jamilatul Fajriyah, Lu’luil Makmunah, Muhammad Dzawil Ifkar, Putri Aida Nuroctavia, dan Chintya Mei Lindawati.
Selama menjalani praktik, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar secara langsung, tetapi juga menghasilkan sejumlah media pembelajaran. Produk tersebut meliputi modul Rencana Pembelajaran Mendalam, Monopoli Belajar, tabel perkalian, Rumah Matematika sederhana, serta Mystery Box Hobiku.
Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif, mengapresiasi kemitraan yang terjalin dengan Umsura. Menurutnya, kehadiran mahasiswa PLP menjadi bagian dari kolaborasi dalam berbagi ilmu, mengembangkan kreativitas, dan menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.
“Terima kasih atas kemitraan strategis yang telah terjalin. Kehadiran mahasiswa PLP menjadi bagian dari kolaborasi positif dalam berbagi ilmu, mengembangkan kreativitas, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik,” tuturnya.
Achmad berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membentuk generasi yang unggul, inovatif, berkemajuan, dan berkarakter.
Sementara itu, dosen pembimbing PLP, Fajar Setiawan, menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar selama dua bulan. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa setelah lulus dari perguruan tinggi. Media pembelajaran yang dihasilkan selama program berlangsung juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pihak sekolah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah 7 Surabaya yang telah memberikan pengalaman mengajar bagi mahasiswa kami selama dua bulan,” ungkapnya.
Pengalaman menjalani PLP juga memberikan kesan tersendiri bagi para mahasiswa. Dafin Maulana Pratama mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk berpraktik langsung di SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Ia menilai keramahan dan komunikasi peserta didik menjadi salah satu hal yang mendukung proses pendampingan pembelajaran selama kegiatan berlangsung.
“Saya bersyukur sekali bisa menjalani dua bulan PLP di SD Muhammadiyah 7 Surabaya ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Lu’luil Makmunah. Ia menilai praktik mengajar di sekolah tersebut menjadi pengalaman berharga, terutama karena dapat berinteraksi langsung dengan peserta didik. Menurutnya, sikap kooperatif anak-anak turut membantu mahasiswa dalam menjalankan kegiatan pembelajaran.
“Selama mendampingi anak-anak, mereka kooperatif dan bisa berinteraksi dengan baik,” tuturnya.
Melalui program PLP, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dalam lingkungan sekolah. Di sisi lain, media pembelajaran yang dihasilkan dapat menjadi tambahan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di SD Muhammadiyah 7 Surabaya.
Kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah tersebut diharapkan terus berlanjut sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat pengalaman praktik calon pendidik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments