Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menempati peringkat ke-37 dari 155 perguruan tinggi swasta di kawasan ASEAN dalam AppliedEdu Private University Ranking 2027 pada Rabu (21/10/2026). Umsida meraih skor 51,2, sekaligus menempati peringkat keenam perguruan tinggi swasta di Indonesia dan posisi kedua di antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dalam pemeringkatan tersebut.
Capaian ini menunjukkan perbaikan posisi Umsida dibandingkan edisi sebelumnya. Koordinator Pemeringkatan Umsida, Mochammad Tanzil Multazam, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa perguruan tinggi tersebut secara rutin mengikuti pemeringkatan AppliedEdu untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja institusi.
Umsida Naik 39 Peringkat di ASEAN
Tanzil menjelaskan, posisi Umsida dalam pemeringkatan tersebut mengalami perubahan selama tiga tahun terakhir. Pada 2025, Umsida berada di peringkat ke-66, kemudian turun ke peringkat ke-76 pada 2026, sebelum naik ke posisi ke-37 pada 2027.
“Untuk yang 2025 itu di peringkat 66, 2026 itu turun di 76, kemudian sekarang naik di 37 untuk ASEAN,” jelasnya.
Dalam pemeringkatan AppliedEdu Private University Ranking ASEAN 2027, Umsida berada di bawah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang menempati peringkat ke-32 dengan skor 51,8. Sementara itu, posisi pertama ditempati Bina Nusantara University (BINUS) dengan skor 63,4.
Tanzil menjelaskan bahwa pemeringkatan AppliedEdu menggunakan sejumlah indikator untuk menilai kinerja perguruan tinggi. Penilaian tersebut mencakup kepuasan mahasiswa, kepuasan dosen, serta survei terhadap perusahaan yang mempekerjakan lulusan Umsida.
“Untuk yang AppliedEdu ini fokus ke kepuasan mahasiswa, survei kepuasan mahasiswa, sama survei dari kepuasan dosen dan survei dari employee atau perusahaan yang mempekerjakan dari alumni Umsida,” ujar dosen Program Studi Hukum tersebut.
Selain aspek kepuasan, penilaian juga mencakup keterlibatan perguruan tinggi dalam masyarakat (community engagement), publikasi ilmiah yang terindeks Google Scholar dan Scopus, serta rasio mahasiswa dan dosen.
Aspek internasionalisasi turut diperhitungkan melalui perbandingan jumlah mahasiswa internasional dengan mahasiswa lokal. Sementara itu, keterlibatan masyarakat antara lain dilihat dari pemberitaan yang menyebut Umsida, informasi pada Google News, serta aktivitas institusi di media sosial.
Perkuat Kinerja Internal dan Publikasi
Menurut Tanzil, capaian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Umsida untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja pada pemeringkatan berikutnya. Salah satu prioritasnya adalah memperkuat kualitas layanan kepada mahasiswa dan dosen serta menjaga ekosistem akademik yang mendukung kegiatan pendidikan.
“Pastinya tetap untuk mempertahankan kinerja secara internal terkait dengan pelayanan kepada mahasiswa maupun pelayanan kepada dosen dan ekosistem akademik yang memadai di Umsida karena itu poin yang paling besar dari AppliedHE ini,” katanya.
Selain memperkuat layanan internal, Umsida akan mempertahankan diseminasi informasi melalui pemberitaan dan meningkatkan publikasi akademik yang terindeks Google Scholar maupun Scopus.
Perguruan tinggi tersebut juga berupaya meningkatkan rasio dosen dan mahasiswa serta rasio mahasiswa internasional terhadap mahasiswa lokal. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari indikator yang diperhatikan dalam pemeringkatan.
Tanzil menegaskan bahwa peningkatan posisi tidak hanya bergantung pada persiapan menjelang pengumuman hasil pemeringkatan. Pengelolaan data, pelaksanaan survei, dan peningkatan kinerja institusi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Persiapan Pemeringkatan Berlangsung Berkelanjutan
Tanzil menerangkan bahwa proses pemeringkatan melibatkan pengisian borang dan pelaksanaan survei. Proses tersebut berlangsung dalam siklus tahunan, terutama pada periode akhir hingga awal tahun.
“Prosesnya ada borang yang perlu diisi, ada survei yang dilakukan dan ini berlangsung setiap akhir sampai awal tahun,” terangnya.
Ia menambahkan, metodologi pemeringkatan AppliedEdu dapat mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Karena itu, Umsida perlu menyesuaikan pengelolaan data dan peningkatan kinerja dengan metodologi terbaru yang ditetapkan penyelenggara.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu Umsida mempertahankan capaian sekaligus memperkuat posisinya dalam pemeringkatan perguruan tinggi swasta di tingkat ASEAN. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments