Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Letakkan Batu Pertama SMP MSUS, Haedar Nashir Tekankan Kualitas Pendidikan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Letakkan Batu Pertama SMP MSUS, Haedar Nashir Tekankan Kualitas Pendidikan
Fotografer: Ihsan Darmawan
pwmu.co -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan inovasi pendidikan harus terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang berkembang. Muhammadiyah, menurutnya, tidak boleh berpuas diri dengan capaian yang telah diraih, tetapi perlu terus membangun lembaga pendidikan yang unggul dan relevan dengan tuntutan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan amanat dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).

Ia menilai meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi Muhammadiyah untuk terus melakukan pembaruan.

“Masyarakat selalu menuntut lebih, lebih, dan lebih. Itulah yang disebut kualitas excellence, kualitas yang unggul di atas rata-rata,” ujar Haedar.

Menurutnya, selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah mengembangkan berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah. Namun, perubahan kebutuhan masyarakat menuntut organisasi tersebut terus beradaptasi serta meningkatkan mutu layanan.

Pembangunan SMP MSUS menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan tersebut sekaligus bagian dari pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Yogyakarta.

“Maka, SMP Muhammadiyah Sapen Universal hadir untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang terus bergerak,” katanya.

Haedar menekankan bahwa kemajuan lembaga pendidikan tidak cukup dicapai dengan mempertahankan keberhasilan yang sudah diraih. Tantangan baru diperlukan untuk menguji kemampuan organisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas.

“Kita tidak ingin Muhammadiyah di Indonesia berada di zona nyaman,” tegasnya.

Ia menjelaskan, upaya menghadirkan pendidikan unggul membutuhkan kesiapan menghadapi persoalan dan tuntutan yang semakin kompleks. Karena itu, pembangunan sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas pembelajaran dan ekosistem pendidikan.

“Pendidikan merupakan pilar strategis bagi kemajuan bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya ditopang oleh bangunan fisik, tetapi juga membutuhkan ekosistem dan proses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Menurut Haedar, SMP MSUS perlu dipersiapkan dan dikelola secara matang agar mampu memenuhi harapan masyarakat. Keunggulan sekolah harus tercermin dalam kurikulum, kompetensi tenaga pendidik, proses pembelajaran, penguatan karakter, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan gedung perlu berjalan beriringan dengan persiapan sistem pendidikan yang mendukung tercapainya kualitas pembelajaran.

Dalam amanatnya, Haedar juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih mudah mengkritik persoalan daripada mengapresiasi capaian pembangunan. Menurutnya, sikap kritis tetap diperlukan, tetapi harus disertai pemahaman yang utuh terhadap proses dan kerja keras di balik suatu kemajuan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan membangun lembaga pendidikan tidak diperoleh secara instan. Setiap pencapaian membutuhkan perjuangan panjang, konsistensi, dan kemampuan menghadapi berbagai hambatan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Jangan pernah merasa dan meyakini bahwa kesuksesan diperoleh secara instan,” pesannya.

Haedar turut menyinggung fenomena media sosial yang dinilainya kerap menjadikan kritik sebagai sarana menarik perhatian publik.

“Apalagi pada era media sosial sekarang, kritik menjadi komoditas untuk menjadi viral,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kritik tidak membuat pihak-pihak yang sedang bekerja kehilangan semangat dalam membangun.

“Jangan pernah merasa kecil hati ketika apa yang kita bangun mendapat kritik. Itu hal yang biasa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen Muhammadiyah tetap berfokus pada kerja nyata dan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sembari menjadikan kritik sebagai bagian dari dinamika yang perlu disikapi secara proporsional.

Haedar menegaskan bahwa pengembangan pendidikan Muhammadiyah tidak semata-mata bertujuan membesarkan organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan lembaga pendidikan perlu dilihat dari manfaat yang dihasilkan. Prinsip tersebut juga berlaku bagi berbagai amal usaha Muhammadiyah yang dikembangkan di daerah dengan sumber daya terbatas.

Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kemajuan, dilandasi nilai-nilai kemanusiaan, serta menghargai pengabdian pihak-pihak yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini terus menjadi penanda kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Pemerintah Kabupaten Sleman, serta berbagai pihak yang mendukung pembangunan SMP MSUS.

Ia kembali menegaskan bahwa seluruh pengembangan amal usaha Muhammadiyah harus berlandaskan tujuan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat.

“Percayalah, Muhammadiyah bukan untuk Muhammadiyah. Muhammadiyah hadir untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Satria - 21/10/2026 22:20
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu