Halaman TK dipenuhi keceriaan seluruh siswa dari KB, TK A, TK B yang berjumlah 41 siswa, saat anak-anak mengikuti kegiatan Cooking Class pada hari Rabu (21/10/2026) yang kali ini menghadirkan menu sederhana namun lezat: jasuke (jagung, susu, keju). Kegiatan ini bukan sekadar membuat, tetapi juga menjadi sarana belajar yang menyenangkan untuk melatih motorik halus, kemandirian, serta rasa percaya diri anak.
Sejak pagi, guru telah menyiapkan bahan-bahan utama berupa jagung manis rebus, susu kental manis, dan keju. Anak-anak tampak antusias ketika diperkenalkan dengan langkah-langkah membuat jasuke. Dengan penuh semangat, mereka mulai mengupas biji jagung dari tongkolnya. Aktivitas ini melatih kesabaran sekaligus koordinasi tangan, karena anak harus memisahkan biji jagung satu per satu dengan rapi.
Tahap berikutnya adalah memarut keju. Anak-anak bergantian mencoba alat parut dengan hati-hati, sambil diawasi guru agar tetap aman. Mereka tampak bangga melihat serpihan keju halus yang berhasil mereka buat sendiri. Setelah itu, anak-anak menuangkan susu kental manis ke dalam wadah jagung, lalu menaburkan keju parut di atasnya. Proses sederhana ini membuat mereka belajar mengenal tekstur, rasa, dan kombinasi bahan makanan.
Kegiatan Cooking Class ini bukan hanya menghasilkan makanan lezat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga. Anak-anak belajar bekerja sama, bergiliran menggunakan alat, serta menjaga kebersihan selama membuat jasuke. Senyum ceria terlihat ketika mereka mencicipi hasil karya sendiri yaitu jasuke hangat yang manis dan gurih.
Belajar lewat Pengalaman
Kepala Sekolah TK ABA 10 Kalijaten, Yunita Darlis Irianti, S. Pd menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini membantu anak mengenal konsep belajar melalui pengalaman langsung. Dengan membuat jasuke, anak tidak hanya melatih keterampilan praktis, tetapi juga belajar menghargai proses, memahami urutan langkah, dan menumbuhkan rasa syukur atas makanan yang mereka nikmati.
“Cooking Class jasuke di TK ABA 10 Kalijaten ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini dapat dikemas dengan cara kreatif, menyenangkan, dan penuh makna. Anak-anak pulang dengan hati gembira, membawa cerita baru tentang bagaimana mereka bisa membuat makanan sederhana sendiri,” tuturnya.
Kun Lathifa, guru kelompok TK B, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas antusiasme anak-anak. Beliau berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak semakin terlatih dalam keterampilan motorik halus, berani mencoba hal baru, serta belajar menghargai proses sebelum menikmati hasil.
“Semoga pengalaman membuat jasuke ini menjadi kenangan indah bagi anak-anak. Lebih dari sekadar membuat, mereka belajar kesabaran, kerja sama, dan kemandirian. Harapan saya, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, dan selalu ceria dalam belajar,” ujar Kun dengan penuh kehangatan.
Kegiatan Cooking Class ini pun ditutup dengan senyum bahagia anak-anak yang membawa pulang cerita baru tentang bagaimana mereka bisa membuat makanan sederhana sendiri. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments