Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya mendorong penguatan kemandirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), pengembangan media dakwah, serta pemberdayaan Cabang dan Ranting sebagai fondasi keberlanjutan organisasi.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Silaturahim dan Turun ke Bawah (Turba) PDM Kota Surabaya bersama unsur Persyarikatan se-Cabang Ngagel di TMB Lantai 4 SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ahad (11/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Sinergi untuk Penguatan Organisasi Berkelanjutan”.
Ketua PDM Kota Surabaya Dr. M. Ridlwan, M.Pd, dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya mengembangkan potensi yang dimiliki Muhammadiyah agar semakin mandiri. Salah satunya melalui pengembangan Muhammadiyah Training Center (MTC) sebagai tempat kegiatan yang dapat menjadi rujukan di Surabaya.
“Muhammadiyah Training Center berpotensi menjadi alternatif lokasi kegiatan yang lebih terjangkau dibandingkan hotel di kawasan Trawas. Selain itu, kemandirian organisasi perlu ditopang pengembangan AUM dan media dakwah agar potensi Persyarikatan dapat memberikan manfaat lebih luas,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri PCM Ngagel, majelis tingkat cabang, PCA Ngagel, organisasi otonom (Ortom), PRM dan PRA se-Cabang Ngagel, pimpinan lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA), kepala sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK Muhammadiyah, kepala TK ABA dan kelompok bermain, serta takmir masjid dan musala Muhammadiyah.
Dalam agenda berikutnya, panitia Milad bersama PDM Surabaya memaparkan rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-114. Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi CRM Awards, Lomba LKSA Unggulan, Futsal Competition, Audisi Host TVMU, Lomba Manasik Haji tingkat TK, tablig akbar, dan apel Milad. Sebagian perlombaan bahkan telah dimulai saat kegiatan Turba berlangsung.
“Kami berharap CRM Awards dapat melahirkan juara yang mampu bersaing di tingkat nasional. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Cabang, Ranting, dan Masjid,” ujar Ridlwan.
Penguatan ketiga unsur itu, imbh dia, dinilai penting agar tidak hanya berfungsi sebagai struktur organisasi atau tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, rencana pengembangan kantor PDM Surabaya juga disampaikan dengan harapan dapat segera terealisasi.
BTM dan Media Dakwah Jadi Perhatian
Penguatan ekonomi umat menjadi materi berikutnya yang dibahas Drs. M. Zayin Chudlori, M.Ag. Ia menjelaskan peran Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) sebagai instrumen pengembangan ekonomi masyarakat melalui layanan keuangan yang dikelola secara profesional.
“Kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi keberlangsungan BTM. Kepercayaan itu perlu dibangun melalui pelayanan yang baik dan pengelolaan dana yang profesional.
Dia juga memaparkan sejumlah produk keuangan, antara lain skema mudharabah dan wadiah. Salah satu produk investasi mudharabah yang disampaikan memiliki nominal awal Rp 1 juta dengan skema bagi hasil 35 persen sesuai ketentuan produk.
“Dana yang dihimpun diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai sektor, termasuk pendidikan,” tandasnya.
Sementara itu, sosialisasi TVMU Jatim 1 disampaikan Muhammad Jemadi, M.A., M.Pd. Dia mengajak warga Muhammadiyah memanfaatkan TVMU sebagai sumber informasi kegiatan sekaligus media dakwah Persyarikatan.
“Jangan berbicara Islam Berkemajuan jika kita tidak memiliki media. TVMU adalah ruang kita, karya kita, dan masa depan syiar kita,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan media sebagai bagian penting dari gerakan dakwah. Kehadiran media tidak hanya berfungsi menyebarkan informasi kegiatan, tetapi juga memperluas jangkauan gagasan dan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Materi lainnya membahas KBIHU Muhammadiyah Surabaya. Lembaga ini tidak hanya diposisikan sebagai penyedia layanan bimbingan manasik haji dan umrah, tetapi juga sebagai pintu kaderisasi serta sarana dakwah Muhammadiyah.
Sosialisasi Muktamar dan Layanan Organisasi
Persiapan menghadapi Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Sumatera Utara turut menjadi agenda pembahasan. Hasan Cholis, S.E., dan Musa Abdullah memaparkan pilihan paket perjalanan yang disiapkan PDM Surabaya.
Pilihan tersebut meliputi paket super ekonomis, ekonomis bus, premium bus, hingga premium pesawat. Variasi paket diharapkan membantu warga Muhammadiyah merencanakan keberangkatan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Kegiatan Silaturahim dan Turba kemudian ditutup dengan laporan SATUMU dan migrasi E-KTAM, dilanjutkan dialog bersama peserta. Forum ini menjadi ruang bagi unsur Persyarikatan untuk menyampaikan masukan sekaligus memperkuat komunikasi antarpimpinan.
Melalui Turba tersebut, PDM Surabaya mendorong sinergi antara PDM, PCM, PRM, PCA, PRA, AUM, Ortom, dan seluruh unsur Persyarikatan.
Sinergi itu diharapkan bermuara pada tata kelola organisasi yang lebih baik, kemandirian ekonomi, penguatan media dakwah, serta keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di Kota Surabaya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments