Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Raih 55 Medali di KSN II, Santri Sulsel Diingatkan Tetap Rendah Hati

Iklan Landscape Smamda
Raih 55 Medali di KSN II, Santri Sulsel Diingatkan Tetap Rendah Hati
Apresiasi Sang Juara KSN II Malang: Prof Ambo Asse Buka Rahasia Kenaikan Derajat dalam Islam (Haidir Fitra Siagian/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kontingen Sulawesi Selatan meraih 55 medali dalam Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSN) II di Malang. Capaian tersebut disyukuri melalui kegiatan tasyakuran dan apresiasi di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para santri dan pimpinan pesantren untuk mensyukuri capaian kontingen sekaligus mengevaluasi proses pembinaan yang telah dijalani. Dalam kesempatan itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., memberikan motivasi kepada para peserta.

Dalam amanatnya, Prof. Ambo Asse menekankan bahwa prestasi perlu diiringi ketekunan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pertolongan Allah Swt. Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi juga perlu menjadi bagian dari proses pembentukan karakter agar santri tetap rendah hati dan berakhlak mulia.

“Prestasi harus disyukuri, tetapi jangan sampai membuat kita sombong atau berpuas diri. Justru keberhasilan harus menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan ketakwaan, dan memperbaiki akhlak.”

Ia mengaitkan pentingnya ilmu dengan Surah Al-Mujadilah ayat 11, yang menjelaskan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu. Namun, capaian dalam kompetisi tidak semestinya membuat santri berpuas diri. Prestasi perlu diiringi ketakwaan dan keikhlasan agar menjadi bagian dari proses memperbaiki diri.

Prof. Ambo Asse juga mengingatkan para santri agar tidak terjebak dalam kesombongan setelah meraih keberhasilan. Rasa syukur, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perlu diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga akhlak.

Pesantren, lanjutnya, memiliki tanggung jawab dalam membentuk kader Muhammadiyah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan integritas.

Persiapan Kontingen Selama Sepekan

Salah seorang panitia pelaksana, Ustaz Zainal Abidin, menjelaskan bahwa capaian kontingen Sulawesi Selatan didukung oleh persiapan sebelum keberangkatan. Para peserta menjalani karantina intensif selama kurang lebih satu pekan dengan perhatian dan pembinaan dari para mudir pesantren.

Selama masa karantina, para santri mendapat pembinaan dari Dr. Dyiaul Haaq Mahsyar, mantan Ketua PCIM Turki, serta Luqmanulhakeem Yanggi Siagian dari PRIM New South Wales, Australia.

SMPM 5 Pucang SBY

“Persiapan dilakukan melalui karantina intensif selama kurang lebih satu pekan. Para santri mendapatkan pembinaan dari pelatih agar lebih siap mengikuti kompetisi dan meraih hasil terbaik,” ujarnya.

Persiapan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali peserta sebelum mengikuti berbagai kompetisi dalam KSN II. Kontingen Sulawesi Selatan kemudian meraih total 55 medali dalam ajang nasional tersebut.

Kontingen Sulawesi Selatan juga disebut memperoleh predikat juara umum tidak resmi. Status tersebut perlu dikonfirmasi kepada panitia penyelenggara sebelum dicantumkan sebagai capaian resmi.

Apresiasi Delapan Pesantren

Kegiatan tasyakuran turut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan Dr. Hj. Mahmudah, Ketua LP2M KH. Lukman Abd. Samad, serta Mudir Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Dr. H. Muhammad Syaiful Saleh.

Acara juga diisi dengan penampilan para santri, mulai dari pidato dalam bahasa asing dan penceritaan kisah hingga ketangkasan Hizbul Wathan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada delapan pesantren utusan Sulawesi Selatan yang mengikuti KSN II. Kedelapan pesantren tersebut ialah Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Pesantren Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Pesantren Darul Fallah Unismuh Bissoloro Gowa, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo Luwu Utara, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang, Aisyiyah Boarding School Pinrang, Muhammadiyah Boarding School Rappang Sidrap, dan Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang.

Melalui kegiatan apresiasi ini, capaian kontingen Sulawesi Selatan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan santri. Prestasi di bidang kompetisi diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengamalan nilai-nilai Islam. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 11/10/2026 12:17
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu