Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LDKS IPM SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Peserta Turun Langsung Mengkaji Masalah Sosial

Iklan Landscape Smamda
LDKS IPM SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Peserta Turun Langsung Mengkaji Masalah Sosial
LDKS IPM SMK Muhammadiyah 2 Gresik mengajak 26 peserta mempelajari kepemimpinan dan menganalisis persoalan sosial di masyarakat sekitar (Fajria Fitroful Yasmin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 2 Gresik tidak hanya membekali peserta dengan materi organisasi, tetapi juga mengajak mereka mengenali persoalan di masyarakat melalui analisis sosial.

Kegiatan bertema Rise, Lead, Inspire ini diikuti 26 peserta pada Selasa, Kamis-Jumat (6,8-9/10/2026. Rangkaian kegiatan berlangsung di lingkungan SMK Muhammadiyah 2 Gresik dan Villa Sastro Putih, Mojokerto.

Dalam LDKS tersebut, peserta mendapatkan materi ke-IPM-an untuk mengenal organisasi lebih jauh, kepemimpinan dalam Islam untuk memahami nilai amanah dalam memimpin, serta administrasi organisasi sebagai bekal mengelola kegiatan secara tertib.

Selain materi tersebut, peserta mengikuti kegiatan analisis sosial dengan mengamati kondisi masyarakat di sekitar sekolah. Mereka menemui sejumlah pengusaha dan pekerja untuk menggali persoalan yang sedang dihadapi, kemudian menganalisis penyebab serta memikirkan kemungkinan solusinya.

Pembina IPM SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Abdulloh Haris Al Muzakki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kepekaan sosial para kader.

“Tujuannya untuk menumbuhkan kepekaan dan kepedulian kader IPM terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitarnya. Kami ingin para peserta LDKS juga mampu memahami berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, menganalisis penyebabnya, serta memikirkan solusi yang tepat,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat persoalan masyarakat secara langsung, bukan hanya mempelajarinya melalui materi di dalam ruangan. Pengalaman ini diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan empati dan memahami bahwa kepemimpinan juga membutuhkan kepedulian terhadap kondisi sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Menyiapkan Kader yang Bertanggung Jawab

Rangkaian LDKS juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi diri, membangun solidaritas, dan melatih kerja sama. Bekal tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kader yang mampu menjalankan tanggung jawab organisasi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Abdulloh Haris Al Muzakki berharap pengurus IPM periode mendatang mampu mengembangkan organisasi melalui kepemimpinan yang bertanggung jawab dan terbuka terhadap gagasan baru.

“Harapan saya, pengurus IPM periode mendatang dapat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, memiliki semangat untuk terus belajar serta berkembang dan menghadirkan gagasan-gagasan baru. Yang paling penting, mereka harus memiliki kepekaan sosial dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam setiap gerak organisasi,” ungkapnya.

Melalui LDKS ini, peserta diharapkan memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengarahkan orang lain, tetapi juga kesediaan memahami persoalan di lingkungan sekitar dan memikirkan langkah untuk berkontribusi. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu