Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menanamkan nilai kedisiplinan kepanduan dalam pelatihan jurnalistik anggota Teras Spemudas. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 pelajar ini berlangsung di Auditorium Gedung KH Ahmad Dahlan lantai 3 SMP Muhammadiyah 12 Paciran, Jumat (6/11/2026).
Dalam pelatihan tersebut, Fathurrahim yang juga Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan mengajak peserta memahami bahwa keterampilan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merangkai kata, tetapi juga ketelitian dalam mengamati dan memverifikasi informasi.
“Di HW, kita diajari satu hal: jangan hanya melihat, tapi amati. Jangan hanya mendengar, tapi dengarkan. Jurnalis itu sama. Pandu yang baik adalah pengamat yang baik,” ujar Fathurrahim di hadapan anggota Teras Spemudas.
Menurutnya, kepanduan dan jurnalistik memiliki kesamaan dalam hal ketelitian membaca situasi. Seorang pandu perlu memahami kondisi di lapangan agar tidak salah menentukan arah. Begitu pula jurnalis yang harus mampu membaca fakta sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
Ia menekankan pentingnya disiplin mencatat, bertanya, dan memeriksa kembali informasi. Jurnalis, menurutnya, tidak boleh menyampaikan kabar yang belum jelas kebenarannya.
“Seorang pandu tidak akan melaporkan ada sungai di depan, kalau dia belum melihat sendiri sungainya. Begitu juga jurnalis. Jangan tulis apa yang belum kamu lihat dan kamu verifikasi,” pesannya.
Disiplin Pandu dalam Praktik Jurnalistik
Pesan tentang ketelitian tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta diajak memahami bahwa proses jurnalistik membutuhkan pengamatan langsung dan verifikasi, bukan sekadar kemampuan menulis kalimat menarik.
Dalam praktiknya, peserta mendapat tugas mencari peristiwa di lingkungan sekolah, mewawancarai penjaga perpustakaan, hingga memotret kegiatan ekstrakurikuler. Berbagai aktivitas tersebut menjadi latihan untuk mengembangkan keterampilan mengamati, menggali informasi, dan menyusun berita.
Melalui pendekatan tersebut, pelatihan jurnalistik Teras Spemudas menghubungkan nilai kepanduan dengan proses kerja jurnalistik. Kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab terhadap informasi menjadi bekal bagi peserta dalam menghasilkan tulisan.
Pendampingan kegiatan dilakukan Sri Asian yang turut membina anggota Teras Spemudas dalam pengembangan keterampilan jurnalistik.
Menulis Berdasarkan Fakta
Di akhir pelatihan, Fathurrahim memberikan tugas kepada peserta untuk menulis satu hal yang mereka temukan di lingkungan sekolah pada hari itu. Tugas tersebut menekankan pentingnya mengangkat peristiwa sederhana yang benar-benar terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Peserta diajak tidak terburu-buru mengejar tulisan yang besar atau menarik perhatian. Mereka perlu memastikan bahwa informasi yang disampaikan berasal dari pengamatan dan proses verifikasi.
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam pelatihan jurnalistik Teras Spemudas. Disiplin yang selama ini dikenal dalam kepanduan juga dapat diterapkan dalam kerja jurnalistik, terutama ketika berhadapan dengan fakta dan informasi yang akan disampaikan kepada pembaca. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments