Dampak musim kemarau yang berkepanjangan kian dirasakan oleh sebagian masyarakat di wilayah Jawa Timur. Merespons kondisi kritis tersebut, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menjalin kolaborasi strategis dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Timur untuk menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta fasilitas tandon air bagi warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan (6/10/2026).
Salah satu titik lokasi penanganan utama berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data wilayah setempat, desa ini dihuni oleh 1.315 Kepala Keluarga (KK). Namun, kekeringan yang melanda membuat sedikitnya 888 KK di antaranya harus berjuang keras demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian seperti memasak, minum, dan sanitasi dasar.
Direktur Kelembagaan PT SIER, Ahmad Fahrudin, menegaskan bahwa aksi tanggap ini merupakan komitmen nyata perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pihaknya menyadari betul betapa krusialnya ketersediaan air bersih bagi keberlangsungan hidup dan kesehatan masyarakat.
“Bahwa meskipun bantuan yang kami berikan ini tidak dapat menyelesaikan masalah krisis air secara keseluruhan, setidaknya keberadaan armada dan fasilitas tandon ini mampu mengurangi kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih,” ujar Ahmad Fahrudin dalam sambutannya saat penyerahan bantuan.
Sinergi dan Peduli
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Lazismu Jawa Timur, Abdul Kholid Achmad, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah nyata dan sinergi yang ditunjukkan oleh PT SIER. Menurutnya, permasalahan kebencanaan dan krisis lingkungan membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar dampaknya dapat diminimalkan secara cepat dan tepat sasaran.
“Penyaluran bantuan PT SIER dengan Lazismu merupakan kolaborasi kemanusiaan yang akan dan senantiasa kami jalin secara berkelanjutan. Sinergi ini tidak hanya berhenti pada aksi darurat hari ini, tetapi menjadi komitmen jangka panjang dalam membantu masyarakat,” kata Abdul Kholid.
Abdul Kholid menambahkan bahwa jangkauan distribusi bantuan tidak berfokus pada satu lokasi saja. Selain di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, program penyaluran air bersih dan tandon penampungan ini juga disebar ke sejumlah daerah terisolasi lainnya yang mengalami kendala serupa di wilayah Kabupaten Pasuruan, termasuk di kawasan Prigen.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, diharapkan pasokan air bersih dapat terdistribusi secara merata, sekaligus menginspirasi berbagai pihak swasta dan lembaga sosial lainnya untuk turut mengambil peran aktif dalam penanggulangan bencana kekeringan di wilayah Jawa Timur. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments