Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKPM Sumbawa Malang) menggelar Opening Ceremony Inaugurasi Generasi 26 pada Minggu (1/11/2026) di Pendopo Kabupaten Malang.
Kegiatan ini mengangkat tema “Menyatukan Identitas, Merawat Jati Diri, Mengabdi untuk Tau dan Tana Samawa.”
Lebih lanjut, tema tersebut merepresentasikan semangat mahasiswa Sumbawa di perantauan untuk memperkuat identitas kebudayaan, menjaga nilai-nilai kedaerahan, serta membangun komitmen pengabdian bagi masyarakat dan tanah kelahiran.
Perkenalkan Nilai Organisasi dan Budaya
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa asal Kabupaten Sumbawa yang sedang belajar di Malang Raya.
Inaugurasi Generasi 26 berfungsi sebagai momen penyerahan dan juga tempat untuk memperkenalkan nilai-nilai organisasi, budaya, dan tanggung jawab sosial bagi mahasiswa baru Sumbawa yang merantau.
Acara Pembukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, serta perwakilan dari Ketua Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang.
Juga hadir Dr Abdul Aiziz S R MSi sebagai Pembina IKPM Sumbawa Malang dan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya.
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap eksistensi organisasi mahasiswa daerah yang merupakan bagian dari sistem pendidikan, pengembangan generasi muda, serta memperkuat hubungan antar daerah.
Ketua Umum IKPM Sumbawa Malang, Arya Aditya Putra, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa acara inaugurasi bukan sekadar acara formal untuk menyambut generasi baru, namun sebuah proses yang menggabungkan identitas, nilai, serta tanggung jawab mahasiswa Sumbawa di perantauan.
Ia berpendapat bahwa mahasiswa Sumbawa harus bertanggung jawab untuk tetap mengingat dan tidak kehilangan akar budaya mereka di tengah perubahan kehidupan akademik dan sosial.
Identitas sebagai Tau Samawa harus dijaga melalui pengenalan budaya, bahasa, tradisi, serta nilai-nilai mulia yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
“Sebagai mahasiswa di tanah perantauan, kita tidak seharusnya meninggalkan identitas dan budaya daerah kita. Di tengah keberagaman lingkungan, kita harus paham cara menunjukkan jati diri sebagai Tau Samawa” terangnya.
Menurutnya, organisasi ini perlu menjadi tempat bersama untuk belajar, berkembang, memperkuat ikatan persaudaraan, dan menyiapkan diri agar suatu hari dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah.
Selanjutnya, tema inaugurasi tahun ini mengandung tiga pesan inti. Pertama, menyatukan identitas. Yaitu membangun kesadaran bahwa perbedaan latar belakang, tempat asal, serta lingkungan sosial tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun persatuan di antara mahasiswa Sumbawa.
Kedua, menjaga jati diri, yaitu melestarikan kebudayaan dan nilai-nilai lokal agar tetap relevan seiring perkembangan zaman.
Ketiga, mengabdi untuk Tau dan Tana Samawa, yang menekankan bahwa pendidikan dan pengalaman di perantauan seharusnya diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ruang Intelektual, Penguatan Gerakan Sosial
Dalam konteks tersebut, keberadaan IKPM Sumbawa Malang diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa asal Sumbawa.
Tetapi juga berkembang sebagai ruang intelektual, pengembangan kapasitas, kaderisasi kepemimpinan, serta penguatan gerakan sosial dan kebudayaan.
Mahasiswa dituntut untuk mampu mengambil peran dalam merespons berbagai persoalan masyarakat, baik di lingkungan perantauan maupun di daerah asal.
Sementara itu, kehadiran Dr Abdul Aiziz SR MSi. sebagai pembina organisasi memberikan dimensi penting bagi penguatan kelembagaan dan arah pengembangan mahasiswa.
Organisasi mahasiswa daerah membutuhkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan kegiatan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tradisi akademik, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun jejaring kolaborasi.
Kegiatan Opening Ceremony Inaugurasi Gen 26 ini sekaligus menjadi awal perjalanan generasi baru dalam mengenal dinamika organisasi, memahami tanggung jawab kolektif, serta mengambil bagian dalam proses regenerasi kepemimpinan IKPM Sumbawa Malang.
Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kapasitas intelektual, sosial, dan kultural secara seimbang.
Penyelenggaraan acara di Pendopo Kabupaten Malang juga menyampaikan bahwa identitas lokal dapat bertindak sebagai penghubung untuk membangun hubungan dan persaudaraan antar wilayah.
Mahasiswa Sumbawa yang tinggal di Malang adalah bagian dari komunitas akademik yang memiliki tanggung jawab untuk memelihara keharmonisan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Dengan diadakannya Opening Ceremony Inaugurasi Gen 26, IKPM Sumbawa Malang menegaskan dedikasinya untuk tetap menjadi tempat perjuangan, sarana pembelajaran, dan wadah pengabdian bagi mahasiswa Sumbawa di perantauan.
Karena sejauh mana pun langkah generasi muda dalam merantau, identitas dan tanggung jawab terhadap tanah asal harus selalu menjadi bagian integral dari perjalanan hidup mereka.
Menggabungkan identitas, menjaga jati diri, dan mengabdikan diri untuk Tau dan Tana Samawa bukan hanya sekadar tema inaugurasi.
Tetapi juga komitmen kolektif untuk menciptakan generasi Sumbawa yang cerdas, berkarakter, berpadu budaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments