Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PWM Jatim Bongkar Rumus Kredibilitas Seorang Pemimpini

Iklan Landscape Smamda
Ketua PWM Jatim Bongkar Rumus Kredibilitas Seorang Pemimpini
Prof. Sukadiono menympaikan sambutan dalam Rakorwil Majelis Dikdasmen PNF) PWM Jatim di Aula Mas Mansur, Kantor PWM Jatim, Ahad (11/10/2026). Foto: Ahmad Fauzul/PWMU.CO
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM menegaskan, kredibilitas merupakan modal utama seorang pemimpin untuk membangun kepercayaan. Pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan, tetapi juga harus berintegritas dan mampu mengesampingkan kepentingan pribadi.

Pesan itu disampaikan Sukadiono saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM Jawa Timur di Aula Mas Mansur, Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, Ahad (11/10/2026).

Di hadapan para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur, Sukadiono memaparkan rumus kredibilitas yang perlu menjadi pegangan para pemimpin, terutama mereka yang mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

“Rumus kredibilitas itu adalah kapasitas ditambah dengan integritas dikurangi dengan self interest. Jadi, orang dikatakan kredibel kalau dia kompeten atau punya kapasitas, punya integritas, dan mengesampingkan kepentingan pribadinya,” tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan terhadap seorang pemimpin sangat bergantung pada kredibilitas yang dibangun melalui kemampuan, integritas, dan sikap yang tidak berpusat pada kepentingan diri sendiri.

“Bapak ibu sekalian, karena yang hadir ini para pimpinan, saya ingin memberikan pesan sebagai bekal. Yang pertama, pemimpin itu harus menjaga kredibilitasnya. Kepercayaan itu tergantung dari kredibilitas pemimpin,” ujarnya.

Selain menekankan pentingnya kredibilitas, Sukadiono mengingatkan para pengelola sekolah Muhammadiyah agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digitalisasi.

Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah tidak boleh terjebak pada cara pandang bahwa metode lama harus terus dipertahankan hanya karena pernah berhasil. Perubahan zaman menuntut lembaga pendidikan untuk terbuka terhadap pembaruan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Termasuk jika ini adalah era digitalisasi, mau tidak mau kita dituntut untuk mau beradaptasi. Jadi, jangan kemudian, ‘Ah, mbiyen gak atek ngene-ngene ae lho iso.’ Nah, itu kan kurang tepat,” tuturnya.

Ia menegaskan, semangat Islam berkemajuan harus tercermin dalam kesiapan lembaga pendidikan Muhammadiyah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Islam yang berkemajuan itu harus mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Kalau sekarang era digital, tentu sekolah-sekolah Muhammadiyah harus mau beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan Muhammadiyah tidak cukup bertumpu pada tradisi dan pengalaman masa lalu. Kapasitas kepemimpinan juga perlu diwujudkan melalui keterbukaan terhadap perubahan dan kesediaan melakukan pembaruan.

Rakorwil tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PWM Jatim Bidang Pendidikan, Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi Dr. Hidayatulloh, M.Si.; Wakil Ketua PWM Jatim Bidang Organisasi, Ideologi, MPKU, dan MLHPB Ir. Tamhid Masyhudi; serta Bendahara PWM Jatim drh. Zainul Muslimin, bersama jajaran pimpinan dan pengelola bidang lainnya.

Melalui Rakorwil ini, pesan tentang kredibilitas dan adaptasi menjadi bekal bagi para pemimpin sekolah Muhammadiyah dalam menjalankan amanah pendidikan. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 11/10/2026 12:59
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu