Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Ponorogo menggelar Kopdar Jilid 1 di Rumah Pergerakan Patihan Kidul, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (10/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi lintas organisasi otonom (Ortom) untuk memperkuat kolaborasi gerakan Muhammadiyah di kalangan anak muda.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan kader dari berbagai unsur, di antaranya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), serta tokoh pergerakan Muhammadiyah di Ponorogo.
Penggagas Rumah Pergerakan Patihan Kidul sekaligus Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur, Wasis Prananto, S.Pd., menyampaikan bahwa Kopdar Jilid 1 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarkader yang bergerak melalui organisasi otonom masing-masing.
“Alhamdulillah, Rumah Pergerakan ini akhirnya bisa menjadi saksi berkumpulnya energi besar Angkatan Muda Muhammadiyah Ponorogo. Kopdar Jilid 1 ini bukan sekadar kumpul-kumpul dan ngopi, tapi ikhtiar kita untuk merawat nalar gerakan dan merajut kembali simpul-simpul pergerakan yang sempat renggang,” ujarnya.
Wasis menegaskan bahwa kader dari berbagai Ortom memiliki tanggung jawab bersama dalam mengembangkan gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, identitas organisasi masing-masing tidak seharusnya menghilangkan kesadaran sebagai bagian dari persyarikatan yang sama.
“IPM, IMM, Pemuda, Kokam, kita semua adalah satu. Satu Muhammadiyah. Jangan sampai kita besar di organisasi otonom masing-masing tapi lupa induk pergerakannya. Dari Patihan Kidul ini, kita mulai lagi kolaborasi besar untuk Ponorogo Berkemajuan,” tegasnya.
Dorong Kemandirian Gerakan
Selain menjadi ruang konsolidasi, Kopdar AMM Ponorogo juga diisi dengan berbagi pengalaman dan gagasan mengenai peran kader muda dalam mengembangkan organisasi. Dua narasumber, Arie Kurniawan dan Adib Khusnul Rois, menyampaikan pandangan tentang keberanian mengambil peran, kemandirian, serta pentingnya menghubungkan idealisme dengan kebutuhan nyata persyarikatan.
Arie Kurniawan menyoroti pentingnya keberanian kader memasuki ruang ekonomi dan bisnis. Menurutnya, kader muda Muhammadiyah tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga perlu berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi untuk mendukung keberlangsungan gerakan.
“Angkatan Muda Muhammadiyah hari ini tidak cukup hanya dengan berdiri di mimbar, tapi harus berani masuk ke ruang-ruang bisnis demi menghidupi persyarikatan. Kalau kita apatis, orang lain yang akan mengisi ruang itu. Jaga idealisme kita dalam berorganisasi, tapi jangan gagap realitas,” ujar Arie.
Sementara itu, Adib Khusnul Rois menekankan pentingnya kemandirian kader dalam menentukan arah gerakan dan mengembangkan potensi ekonomi organisasi. Ia mengajak AMM Ponorogo untuk tidak hanya menunggu arahan pimpinan, tetapi juga berinisiatif mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
“Kekuatan Muhammadiyah dari dulu adalah kemandirian. Tidak bergantung pada siapa pun. Maka AMM Ponorogo harus mandiri secara pemikiran, mandiri secara gerakan, dan mandiri secara ekonomi. Jangan tunggu disuruh pimpinan, tapi bergerak dan buktikan bahwa anak muda Muhammadiyah bisa memimpin perubahan di Ponorogo,” ungkap Adib.
Kedua pandangan tersebut menempatkan kemandirian sebagai salah satu modal penting bagi kader muda untuk mengembangkan gerakan. Selain memperkuat konsolidasi antarkader, AMM juga didorong untuk memiliki kemampuan mengelola organisasi sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pada akhir kegiatan, peserta mendeklarasikan komitmen untuk mengaktifkan kembali sinergi lintas Ortom serta mengawal program dakwah dan sosial kemasyarakatan Muhammadiyah di Kabupaten Ponorogo.
Kopdar Jilid 1 ini juga diharapkan menjadi awal agenda rutin yang mempertemukan kader lintas organisasi. Melalui pertemuan berkelanjutan, kolaborasi antarkader diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang mendukung kemajuan Muhammadiyah di Ponorogo. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments