Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

70 Persen Sekolah Muhammadiyah di Jatim Belum Mandiri, Gercep Diluncurkan

Iklan Landscape Smamda
70 Persen Sekolah Muhammadiyah di Jatim Belum Mandiri, Gercep Diluncurkan
Lanching Gerakan Cahaya Pendidikan di Aula Mas Mansur PWM Jatim, Ahad (11/10/2026). Foto: Ahmad Fauzul/PWMU.CO
pwmu.co -

Sebanyak 70 persen amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur masih membutuhkan dukungan untuk bisa mandiri. Kondisi ini mendorong Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meluncurkan Gerakan Cahaya Pendidikan (Gercep), sebuah program gotong royong untuk membantu sekolah, siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang membutuhkan.

Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono MM menyampaikan kondisi tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM Jatim di Aula Mas Mansur, Kantor PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya, Ahad (11/10/2026).

“Kondisi sekolah kita itu, 70 persen amal usaha di bidang pendidikan itu masih membutuhkan dukungan dan belum mandiri,” tegasnya.

Menurut Sukadiono, ketimpangan kondisi antarsekolah perlu dijawab dengan kepedulian bersama. Sekolah yang telah berkembang dan memiliki kemampuan finansial lebih baik diharapkan turut membantu sekolah yang masih tertinggal.

“Nah, dengan kondisi seperti ini, kalau kemudian sekolah-sekolah kaya itu tidak punya kepedulian, yang kaya akan makin kaya, yang miskin akan mati,” ujarnya.

Gercep merupakan inisiatif Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim yang bekerja sama dengan Lazismu Jatim dalam penghimpunan dan penyaluran dana.

Program ini melibatkan instansi pendidikan Muhammadiyah, tenaga kerja Muhammadiyah, serta warga Muhammadiyah di seluruh Jawa Timur.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu perbaikan sekolah Muhammadiyah, memenuhi kebutuhan pendidikan dan beasiswa siswa, serta meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan (GTK) di sekolah-sekolah yang tertinggal.

Melalui Gercep, dukungan tidak hanya diharapkan datang dari institusi pendidikan yang lebih mampu. Individu warga Muhammadiyah juga diajak mengambil bagian sesuai dengan ketentuan program.

Sukadiono menekankan pentingnya dua bentuk kepedulian sekaligus, yakni kepedulian institusional dan personal.

“Bapak Ibu yang jadi guru, terutama di sekolah-sekolah kaya, juga harus punya kepedulian. Artinya, ada kepedulian institusional dan ada kepedulian personal. Jadi, Gerakan Cahaya Pendidikan ini nanti biar sekolahnya bantu dan personelnya itu punya kepedulian,” tuturnya.

Dalam sosialisasi Gercep, penyelenggara menyampaikan kategori dan besaran sumbangan tahunan bagi kelompok yang masuk kriteria penyumbang wajib.

SMPM 5 Pucang SBY

Berikut nominal sumbangan yang disampaikan dalam Rakorwil:

  • Guru besar bersertifikasi/dokter spesialis Muhammadiyah: Rp 400.000.
  • Dosen bersertifikasi: Rp 200.000.
  • Dosen nonsertifikasi, dokter umum, atau guru bersertifikasi: Rp 150.000.
  • Guru nonsertifikasi atau karyawan amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan (AUMKes): Rp 100.000.

Sementara itu, warga Muhammadiyah di luar kategori tersebut dapat berpartisipasi dengan nominal sumbangan secara sukarela.

Sumbangan Gercep dibayarkan satu kali dalam setahun. Untuk memudahkan partisipasi, Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim bersama Lazismu Jatim juga menyiapkan situs khusus bagi penyumbang.

Pembayaran direncanakan dapat dilakukan melalui QRIS sehingga lebih mudah diakses dari berbagai tempat.

Peluncuran Gercep menjadi salah satu agenda Rakorwil Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim yang diikuti kepala sekolah kategori Outstanding School dan Excellent School Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Selain peluncuran program, pertemuan tersebut juga membahas sosialisasi dan tindak lanjut program kerja majelis yang telah disampaikan dalam pertemuan sebelumnya.

Melalui Gercep, PWM Jatim berharap tumbuh solidaritas yang lebih kuat di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Sekolah yang telah berkembang diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi ikut membuka jalan bagi sekolah lain agar dapat meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidiknya.

Dengan semangat gotong royong, GERCEP diharapkan menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkecil kesenjangan antarsekolah Muhammadiyah di Jawa Timur. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu