Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengajak siswa kelas VI SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengolah sampah anorganik menjadi hiasan dinding. Kegiatan bertajuk Green School ini berlangsung pada Jumat (9/10/2026) sebagai upaya mengenalkan kepedulian lingkungan melalui pembelajaran kreatif.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi tentang lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna dan estetika.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Puspita Handayani, S.Ag., M.Pd.I. Materi tersebut membahas Halal Foods ITS MU Style, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan limbah organik dan anorganik.
Melalui sesi ini, siswa diajak memahami pentingnya kebiasaan hidup bersih, memilah sampah, serta menjalankan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Program Green School menerapkan pembelajaran kontekstual dengan menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Puspita menekankan bahwa pengalaman belajar perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari agar siswa tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kebiasaan sehari-hari.
“Kami harap siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan,” ujarnya.
Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti praktik pembuatan hiasan dinding dari sampah anorganik. Mahasiswa PLP 2 mendampingi mereka dalam menyiapkan bahan, menentukan bentuk, menyusun komponen, hingga menyelesaikan kerajinan.
Melalui kegiatan kelompok, siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus belajar bekerja sama. Mereka juga melihat secara langsung bahwa barang bekas yang dikelola dengan tepat masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang menarik.
Ketua kelompok PLP 2, Muhammad Afin Asy’aril, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa mengenal cara menjaga lingkungan melalui aktivitas yang menyenangkan dan mudah diterapkan.
“Pendampingan ini juga menjadi sarana bagi kami untuk menerapkan kompetensi pedagogis melalui kegiatan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif, kerja sama, dan keterampilan siswa,” kata Afin.
Menurutnya, kepedulian lingkungan tidak harus dimulai dari tindakan besar. Kebiasaan sederhana, seperti memanfaatkan kembali barang bekas, dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi sampah.
“Kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal-hal besar,” jelas Afin.
Ia menambahkan, pemanfaatan sampah anorganik menjadi hiasan dinding memberi kesempatan kepada siswa untuk mengurangi limbah sekaligus mengasah kreativitas. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah.
Bagi mahasiswa PLP 2, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk mengembangkan keterampilan mengajar. Mereka belajar menyampaikan materi melalui praktik langsung sehingga siswa dapat menghubungkan pengetahuan dengan persoalan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat selama proses pembuatan kerajinan berlangsung. Salah satu siswa kelas VI, Muhammad Arganta Wahyu Ken Saka, mengaku senang karena mendapat pengalaman baru dalam memanfaatkan barang bekas.
“Saya senang mengikuti kegiatan ini karena bisa membuat hiasan dinding dari bahan bekas. Ternyata sampah yang biasanya dibuang masih bisa dijadikan kerajinan yang bagus. Setelah ini, saya ingin mencoba memanfaatkan barang bekas di rumah,” tuturnya.
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Ya’qub Chamidi, S.S., M.Pd., juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa PLP 2 dalam mendukung proses pembelajaran.
“Kegiatan PLP 2 ini sangat membantu proses pembelajaran dan peningkatan kemampuan belajar para siswa. Saya harap program ini dapat memberikan pengalaman bagi siswa sehingga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya.
Melalui program Green School, mahasiswa PLP 2 Umsida dan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo mendorong pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif. Pemilahan sampah dan pemanfaatan barang bekas menjadi contoh sederhana yang dapat dilakukan siswa untuk ikut menjaga lingkungan.





0 Tanggapan
Empty Comments