Kunjungan peserta In TuXCo#3 (International Study, Exchange & Collaboration) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik, ke Sekolah Kebangsaan Jalan Empat (JEPS), Selangor, Malaysia, pada Jumat (9/10/2026), tetap berlangsung hangat meski di tengah kondisi jerebu atau kabut asap.
Kebijakan penutupan sementara institusi pendidikan akibat kondisi udara yang membahayakan kesehatan membuat agenda kunjungan harus disesuaikan. Meski demikian, pihak JEPS tetap menyambut rombongan SDMM dengan penuh keramahan melalui rencana alternatif yang disebut plan C.
Adaptasi di Tengah Kondisi Jerebu
Dalam sambutannya, Guru Besar JEPS, Muhammad Sabri bin Muhammad, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan rencana alternatif ketiga setelah pemerintah Malaysia mengumumkan penutupan sementara kantor pemerintahan dan institusi pendidikan di wilayah Johor, Selangor, serta Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur.
Akibat kebijakan tersebut, murid-murid JEPS tidak dapat hadir dalam kegiatan. Namun, Guru Besar Sabri tetap menugaskan sejumlah guru untuk menerima rombongan SDMM. Pertemuan berlangsung di sebuah ruangan di lantai dua gedung sekolah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Muhammad Sabri bin Muhammad, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SDMM, Athiq Amiliyah, S.Pd. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan upaya pihak JEPS dalam mempersiapkan kunjungan tersebut.
Acara berlanjut dengan penyerahan cendera mata dan sertifikat dari kedua lembaga sebagai simbol persahabatan serta komitmen membangun kolaborasi pendidikan Indonesia dan Malaysia.
Gemu Famire Eratkan Kebersamaan
Suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti tarian Gemu Famire. Iringan musik ceria dan gerakan energik menciptakan suasana akrab, sekaligus menjadi pengalaman budaya yang menyenangkan bagi rombongan.
Pendamping peserta In TuXCo#3, Usth. Fitri Musrifihah, S.Pd., mengatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman berharga meskipun peserta tidak dapat bertemu langsung dengan murid JEPS.
“Kami belajar bahwa kolaborasi bukan hanya tentang bertemu dan melaksanakan agenda, tetapi juga tentang saling menghargai, beradaptasi, serta menjaga silaturahmi dalam berbagai keadaan,” ungkapnya.
Pihak JEPS kemudian menjamu rombongan SDMM dengan hidangan yang telah disiapkan. Kunjungan berlangsung sekitar dua setengah jam sesuai imbauan terkait kondisi jerebu.
Pengalaman ini mengajarkan peserta bahwa kolaborasi internasional tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kemampuan beradaptasi, menjaga keselamatan, dan menghargai perbedaan menjadi bagian penting dari pembelajaran.
Melalui In TuXCo#3, SDMM terus menghadirkan pengalaman belajar lintas negara agar murid dapat memperluas wawasan global, membangun persahabatan, dan memahami pentingnya kerja sama dalam masyarakat dunia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments