Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Sempat Dilema Pilih Kompetisi, Siswa Smamita Raih Bronze Medal KSR di Tengah 30.000 Peserta

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Sempat Dilema Pilih Kompetisi, Siswa Smamita Raih Bronze Medal KSR di Tengah 30.000 Peserta
Abdurrahman, siswa International Class XI-5A SMA Muhammadiyah 1 Taman berhasil meraih medali perunggu dalam Kompetisi Sains Ruangguru 2026. Foto: Faizun
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Dihadapkan pada dua kompetisi dengan jadwal yang bersamaan, Abdurrahman, siswa International Class XI-5A SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), harus menentukan pilihan. Ia akhirnya memutuskan mengikuti Kompetisi Sains Ruangguru (KSR) 2026. Keputusan tersebut berbuah manis setelah ia berhasil meraih medali perunggu (bronze medal) di tengah persaingan sekitar 30.000 peserta.

Prestasi tersebut diraih pada Jumat (6/11/2026). Menariknya, Abdurrahman justru mengikuti kompetisi tanpa persiapan khusus karena sebelumnya lebih banyak mencurahkan waktu untuk mempersiapkan perlombaan bahasa Jepang.

“Senang sekali hasil ini benar-benar di luar ekspektasi saya. Sebelumnya, saya sudah beberapa kali mengikuti lomba, tetapi sering kali harus puas finis di luar jajaran peraih medali. Jadi, pencapaian kali ini menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan,” ungkapnya.

Dilema Memilih Dua Kompetisi

Perjalanan Abdurrahman menuju medali perunggu KSR 2026 berawal dari situasi yang cukup dilematis. Seminggu sebelum kompetisi berlangsung, ia bersama teman-teman sekelasnya mengikuti kegiatan English Camp di Pare, Kediri.

Di tengah kegiatan tersebut, Abdurrahman juga harus mempersiapkan kompetisi lain, yakni Kanji Cup, perlombaan yang menguji kemampuan bahasa Jepang. Selama berada di Pare, sebagian besar waktunya digunakan untuk mempelajari bahasa Jepang sebagai bekal menghadapi kompetisi tersebut.

Namun, di luar perkiraannya, jadwal Kanji Cup ternyata berbenturan dengan Kompetisi Sains Ruangguru. Situasi itu membuatnya harus mempertimbangkan kembali kompetisi mana yang akan diikuti.

“Saat itu saya benar-benar dilema. Saya tidak menyangka jadwal kedua lomba tersebut bertabrakan. Akhirnya, saya mencoba menentukan pilihan dan lebih siap mengikuti KSR karena kompetisi tersebut juga sudah terakreditasi. Selain itu, saya juga memiliki lebih banyak pengalaman dalam perlombaan yang berkaitan dengan geografi,” jelasnya.

Berbekal pengalaman mengikuti berbagai kompetisi bidang geografi, Abdurrahman akhirnya memutuskan untuk mengikuti KSR.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Keputusan tersebut ternyata berbuah manis. Tanpa persiapan khusus dan di tengah kesibukan mengikuti English Camp di Pare, ia berhasil membuktikan kemampuannya dengan membawa pulang medali perunggu.

Jangan Takut Gagal, Terus Ikuti Kompetisi

Bagi Abdurrahman, medali yang diraih bukan sekadar penghargaan, melainkan buah dari proses panjang yang selama ini dijalaninya. Ia menyadari bahwa keberhasilan tidak selalu datang pada kesempatan pertama. Berbagai pengalaman, termasuk kegagalan, justru menjadi bekal untuk meraih pencapaian berikutnya.

Karena itu, ia berpesan kepada teman-temannya di Smamita agar tidak mudah menyerah ketika belum berhasil meraih medali dalam sebuah perlombaan.

“Teman-teman Smamita harus tetap semangat. Saya sendiri sudah mengikuti banyak sekali lomba, tetapi sering kali finis di luar peraih medali. Jangan jadikan itu alasan untuk berhenti mencoba. Ikuti sebanyak mungkin kompetisi karena setiap lomba memberikan pengalaman baru yang sangat berharga,” pesannya.

Kisah Abdurrahman menjadi pengingat bahwa prestasi bukan hanya tentang siapa yang paling sering menang, tetapi juga tentang siapa yang tidak berhenti belajar dan berani mencoba kembali.

Dari pengalaman mengikuti berbagai kompetisi, ia membuktikan bahwa kesempatan meraih prestasi selalu terbuka bagi mereka yang mau terus berproses. Sebab, terkadang medali terbaik datang setelah berkali-kali belajar dari kegagalan. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 07/11/2026 09:03
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu