Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Mas Mansur Institute Siapkan 12 Kajian Pakar, Hasilnya Jadi Buku Gagasan untuk Muktamar Muhammadiyah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Mas Mansur Institute Siapkan 12 Kajian Pakar, Hasilnya Jadi Buku Gagasan untuk Muktamar Muhammadiyah
Launching Mas Mansur Institute yang dibukan dengan diskusi digelar di Lantai 4 Gedung At-Tauhid. Foto: Umsura
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) meluncurkan Mas Mansur Institute –Islamic and Humanitarian Studies, Jumat (6/11/2026). Institut ini menyiapkan 12 seri kajian pakar yang hasilnya akan dihimpun menjadi buku gagasan untuk disumbangkan kepada Panitia Muktamar Muhammadiyah.

Langkah ini menjadi ikhtiar Umsura menghadirkan kontribusi intelektual bagi Muktamar Muhammadiyah. Bukan sekadar menyelenggarakan diskusi, Mas Mansur Institute ingin menghimpun pemikiran akademisi dan tokoh untuk ikut merumuskan arah pemikiran serta gerakan Muhammadiyah menghadapi tantangan zaman.

Peluncuran institut sekaligus Kajian Pakar Seri 1 berlangsung di Lantai 4 Gedung At-Tauhid Umsura, Surabaya. Forum ini menghadirkan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Amin Abdullah, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama.

Mengangkat tema “Membaca Kembali Manhaj Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah”, kajian tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa Sekolah Pascasarjana Umsura dan peserta lainnya secara hibrida, melalui kehadiran langsung maupun daring.

Ketua Mas Mansur Institute yang juga Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Umsura, Dr. Sholikhul Huda, M.Fil.I., mengatakan rangkaian kajian ini dirancang untuk memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah sekaligus menghasilkan pemikiran yang relevan dengan persoalan kemanusiaan kontemporer.

“Kami merencanakan 12 kali kajian pakar. Insyaallah, hasil seluruh rangkaian diskusi ini akan kami dokumentasikan, olah, dan terbitkan menjadi sebuah buku gagasan. Buku tersebut akan kami sumbangkan kepada Panitia Muktamar Muhammadiyah sebagai kontribusi pemikiran sekaligus ikhtiar kami untuk ikut memberikan gagasan terbaik bagi masa depan Muhammadiyah,” ujar Sholik, panggilan karibnya.

Menurutnya, Muktamar Muhammadiyah bukan hanya momentum konsolidasi organisasi dan pergantian kepemimpinan.

Forum tertinggi persyarikatan itu juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pemikiran dan gerakan Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

“Karena itu, Muhammadiyah membutuhkan tradisi intelektual yang terus hidup melalui dialog, riset, refleksi kritis, dan produksi gagasan,” tegas Sholik.

Menghidupkan Kembali Tradisi Intelektual

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Mas Mansur Institute terinspirasi dari KH Mas Mansur, tokoh pembaru Islam, pahlawan nasional, sekaligus salah satu tokoh penting dalam sejarah Muhammadiyah.

Sholik menjelaskan, institut ini tidak dirancang hanya sebagai pusat kajian keislaman. Mas Mansur Institute ingin menjadi ruang produksi pengetahuan, laboratorium gagasan, sekaligus pusat pengembangan gerakan intelektual dan kemanusiaan.

“Mas Mansur Institute hadir untuk menghidupkan tradisi intelektual Islam yang kritis, moderat, inklusif, dan berkemajuan. Kami ingin menjadikan Islam tidak hanya dipahami sebagai doktrin keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan etik, intelektual, dan transformatif untuk membangun peradaban yang adil dan berkeadaban,” ungkapnya.

Da menilai, tantangan umat Islam semakin kompleks. Ketimpangan sosial, kemiskinan, intoleransi, konflik kemanusiaan, krisis lingkungan, hingga transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan membutuhkan respons pemikiran yang komprehensif.

“Pusat kajian perlu mempertemukan perspektif keislaman, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai kemanusiaan agar pemikiran Islam mampu menjawab persoalan nyata masyarakat,” terang Sholik.

Dalam kajian perdana, Prof. Amin Abdullah mengajak peserta membaca kembali manhaj tarjih dan tajdid Muhammadiyah sebagai pendekatan intelektual yang dinamis dalam merespons perubahan zaman.

Pembahasan ini menjadi penting untuk memperkuat relevansi pemikiran keagamaan Muhammadiyah di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan sosial, dan tantangan kemanusiaan global.

Melalui forum tersebut, Mas Mansur Institute ingin mempertemukan khazanah pemikiran Islam dengan berbagai disiplin ilmu kontemporer.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 07/11/2026 10:16
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu