Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dosen ITS Bekali Siswa Smamda Wawasan Keselamatan Kapal melalui OTM

Iklan Landscape Smamda
Dosen ITS Bekali Siswa Smamda Wawasan Keselamatan Kapal melalui OTM
pwmu.co -

Beragam pengalaman profesional orang tua kembali hadir di ruang belajar Smamda melalui kegiatan Orang Tua Mengajar (OTM). Kali ini, siswa diajak mengenal lebih dekat dunia keselamatan pelayaran melalui tema “Pengenalan Keselamatan Kapal” yang berlangsung Jumat (18/9/2026) di Lantai 2 Smamda Tower.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB tersebut diikuti siswa kelas XII.2 dan XII.7. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Eng. Trika Pitana, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dalam pemaparannya, Prof. Trika mengajak siswa mengenal lebih dekat dunia keselamatan pelayaran melalui berbagai contoh kecelakaan kapal, gambaran risiko maritim, tindakan responsif, hingga regulasi internasional yang mengatur keselamatan di laut.

Materi juga mengangkat sejumlah kasus kecelakaan kapal, termasuk tragedi Titanic serta beberapa kecelakaan kapal di Indonesia.

“Keselamatan dalam pelayaran bukan hanya tentang bagaimana kita merespons ketika terjadi kecelakaan, tetapi juga bagaimana kita mampu mengenali risiko dan mencegah kecelakaan sejak awal. Karena itu, pemahaman terhadap prosedur keselamatan dan penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi hal yang sangat penting,” jelas Prof. Trika.

Selain membahas berbagai kasus kecelakaan, siswa diperkenalkan pada perbedaan antara maritime safety dan maritime security.

Maritime safety berkaitan dengan perlindungan terhadap kecelakaan di laut yang dapat disebabkan oleh kondisi kapal, kemampuan awak kapal, maupun kesalahan operasional. Sementara itu, maritime security berkaitan dengan perlindungan dari ancaman keamanan seperti sabotase dan pembajakan.

Pembahasan kemudian berlanjut pada berbagai regulasi internasional yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran.

Beberapa di antaranya adalah SOLAS (Safety of Life at Sea), MARPOL (Marine Pollution), OPRC, dan CLC. Siswa diajak melihat bagaimana pengalaman dari berbagai kecelakaan turut mendorong lahirnya serta berkembangnya regulasi keselamatan dalam dunia maritim.

Tak kalah penting, siswa juga dikenalkan pada berbagai perlengkapan keselamatan yang terdapat di kapal.

SMPM 5 Pucang SBY

Mulai dari life jacket, immersion suit, sekoci, life raft, APAR, hydrant, alarm dan smoke detector, hingga perangkat komunikasi dan sinyal darurat seperti EPIRB, SART, hand flare, parachute flare, dan smoke signal.

Prof. Trika juga menjelaskan bahwa kecelakaan kapal dapat dipengaruhi berbagai faktor. Kondisi eksternal seperti cuaca dan jarak pandang, kegagalan peralatan teknis, kegagalan navigasi, faktor manusia, hingga pengaruh kapal lain dapat menjadi bagian dari faktor penyebab kecelakaan.

Menurutnya, pemahaman terhadap risiko keselamatan penting dikenalkan kepada siswa sejak dini.

“Melalui kegiatan seperti Orang Tua Mengajar, siswa dapat melihat bahwa ilmu yang mereka pelajari di sekolah memiliki keterkaitan yang erat dengan persoalan nyata di dunia kerja dan kehidupan. Harapannya, siswa tidak hanya memahami pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap pentingnya keselamatan,” lanjut Prof. Trika.

Kegiatan OTM menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual.

Kehadiran orang tua dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan wawasan langsung dari pengalaman di dunia profesional.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai keselamatan kapal, tetapi juga semakin memahami pentingnya mengenali risiko, bersikap responsif, serta membangun budaya keselamatan dalam berbagai aktivitas kehidupan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/09/2026 23:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu