Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pramusyda PDNA Lamongan Resmi Dibuka, Ketua PDM Sampaikan Empat Pesan untuk Kader

Iklan Landscape Smamda
Pramusyda PDNA Lamongan Resmi Dibuka, Ketua PDM Sampaikan Empat Pesan untuk Kader
Dr. H. Shodikin, M.Pd. membuka Musyda PDNA Lamongan (Istimewa/APWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan menggelar Pra-Musyarawah Daerah (Pramusyda) XII dengan tema “Bersinergi Membangun Peradaban Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 10 Mantup, Ahad (20/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 234 kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang merupakan utusan dari 23 cabang se-Kabupaten Lamongan. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Drs H Husnul Aqib MM, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Dr H Shodikin MPd, serta Wakil Ketua PDNA Lamongan Rahma Ismayanti SKM.

Turut hadir Wakil Ketua PDA Lamongan Hj Uswatun Khasanah SE SPd MPd, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan Zainal Abidin, Ketua PCM Mantup Ja’far Shodiq, Ketua PCA Mantup Asmuah, dan Kepala SMK Muhammadiyah 10 Mantup Misbakhul Rizal MPd.

Dalam sambutan sekaligus membuka Pramusyda, Shodikin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya dikemas secara kreatif dan inovatif.

Ia kemudian menyampaikan empat pesan kepada seluruh kader NA. Pertama, kader harus terus memperbarui ilmu pengetahuan.

Shodikin mendorong kader yang sedang menempuh pendidikan untuk menyelesaikan studinya. Bagi kader yang telah menyelesaikan S1, ia mendorong agar melanjutkan ke jenjang S2.

“Saya siapkan beasiswa, tetapi harus kuliah di UMLA. Skema beasiswa S1 PGPAUD, S1 PGSD, dan S1 yang relevan dengan beasiswa 50–70 persen,” ujarnya.

Kedua, kader perlu meningkatkan keterampilan dan kecakapan. Menurutnya, ilmu yang dimiliki harus diwujudkan melalui peran nyata di masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kalau punya ilmu tetapi tidak mau berperan, tidak masuk ke mana-mana, maka ilmunya tidak akan berarti apa-apa,” imbuhnya.

Ketiga, membangun kolaborasi. Shodikin menilai kemampuan bekerja sama menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.

“Kesuksesan seseorang di kehidupan nyata tidak dipengaruhi penuh oleh nilai IPK, melainkan bagaimana di masyarakat dia mempunyai akhlak yang baik dan kemampuan berkomunikasi,” tuturnya.

Keempat, mengamalkan komitmen sebagai kader. Ia mengingatkan agar kader NA aktif dalam organisasi tanpa mengabaikan tanggung jawab di lingkungan keluarga.

“Menjadi kader harus mampu membagi waktu antara organisasi, pekerjaan, dan keluarga,” pesannya.

Empat pesan tersebut menjadi bekal bagi kader NA Lamongan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas peran di masyarakat, serta membangun kolaborasi dalam menjalankan gerakan Nasyiatul Aisyiyah. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 21/09/2026 01:29
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu