Setiap dua bulan sekali SD Muhammadiyah 3 Surabaya mengadakan silaturrahim ke rumah guru. Ibu Ade Venti dari Gresik mendapat giliran ketempatan. Dengan penuh suka cita, sekitar 100 guru dan karyawan beserta keluarga hadir, Ahad
(20/9/2026).
Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-quran. Dilanjutkan sambutan dari tuan rumah, lalu kepala SD Muhammadiyah 3, dan diakhiri sambutan ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Tambaksari.
Pada kesempatan ini menghadirkan Najib Sulhan untuk memberikan tausiyah. Tema yang diangkat “Guru Bahagia, Guru yang Dirindukan Surga. ”
Fondasi Sinergi dengan Silaturrahim
Mengawali tausiyahnya Najib Sulhan memberikan apresiasi agenda silaturrahim ini.
“Silaturrahim bukan sekedar bertemu muka, tetapi juga mampu menyatukan hati dan sinergi. Senang sekali ketika silaturrahim dengan mengajak keluarga.” Tuturnya.
Najib lalu melanjutkan, “Banyak manfaat dari silaturrahim. Antar keluarga saling mengenal dan memahami. Selain itu ditambah rizki oleh Allah serta dipanjangkan usianya. Silaturrahim juga membuka peluang dekat dengan surga.”
Wisata dan Kuliner
Najib menjelaskan tentang pentingnya wisata dan kuliner. Mengutip surat Al-Mulk ayat 15. Sesungguhnya Allah menciptakan bumi yang mudah dijangkau. Untuk itu manusia diperintah untuk bisa menjelajah dan menikmati kulinernya.
Ternyata beragam kulinar khas Gresik tersaji pada silaturrahim ini. Ada asem-asem balungan, soto kikil, cumi-cumi, sate, ayam, juga tidak ketinggalan ada koto’an kepala manyung. Selain itu minuman legen asli dari siwalan juga dihadirkan.
Ilmu yang Bermanfaat
Selain membahas tentang pentingnya silaturrahim dan wisata kuliner. Najib Sulhan juga memberikan motivasi tentang pentingnya ilmu yang bisa memberikan manfaat.
“Guru harus memiliki hati yang bahagia. Dalam kebahagiaan itu akan lahir sebagai guru pembelajar, guru yang tidak berhenti untuk terus belajar. Dengan ilmu yang bermanfaat sebagai peta jalan menuju surga,” pesannya.
Lima Frasa Racun Otak
Untuk menutup tausiyahnya. Najib berpesan agar guru menghindari lima frasa yang menjadikan racun otak bagi guru tidak bertumbuh. Ilmunya tidak berkembang.
- Nanti dulu, menunda waktu yang hanya memperberat kerja. Kita bisa menunda waktu, tapi ingat waktu tak akan menunggu.
- Tidak mungkin, frasa ini hanya membatasi diri. Bahkan seolah-olah kehilangan keyakinan adanya Allah. Bagi Allah segalanya mungkin terjadi.
- Tidak mampu, ini hanya dikatakan oleh orang yang tidak ada kemauan dan asyik di zona nyaman. Tidak lagi berharap tantangan lebih besar.
- Malu dan Takut, melemahkan seseorang. Jika kata ini bisa membebaskan dari rasa takut dan terus digunakan. Maka tidak akan melakukan sesuatu apapun.
- Sudah tahu, menunjukkan seseorang tidak bisa menerima informasi baru. Gelas sudah penuh dan tidak akan berkembang lagi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments