Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Prof Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Berdakwah dengan Karya, Bukan Sekadar Berkata-kata

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Prof Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Berdakwah dengan Karya, Bukan Sekadar Berkata-kata
Prof. Abdul Mu'ti memberikan pembinaan LPCR
pwmu.co -

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. mengajak warga Muhammadiyah untuk terus mengembangkan gerakan dakwah yang kreatif, adaptif, dan diwujudkan melalui karya nyata.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Abdul Mu’ti dalam Regional Meeting Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Perguruan Muhammadiyah Kota Batu, Ahad (20/9/2026).

Dalam pembinaannya, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan konsep “3 K dan 3 K” sebagai pedoman dalam mengembangkan gerakan Muhammadiyah. Tiga hal yang perlu diperkuat, menurutnya, adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran secara bersama-sama, tetap kreatif dalam bergerak, serta konsisten menjalankan gerakan.

Menurut Prof. Abdul Mu’ti, bergerak bersama tidak berarti seluruh cabang, ranting, dan masjid harus melakukan kegiatan dengan cara yang sama. Setiap unsur dapat mengembangkan kreativitas sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

“Bersama-sama, tetapi tetap harus kreatif. Terus bergerak, tidak harus selalu sama. Dan yang tidak kalah penting adalah konsisten,” ujarnya.

Di sisi lain, terdapat tiga hal yang perlu dihindari dalam gerakan Muhammadiyah, yakni konflik, korupsi, dan sikap kolot. Ia menilai Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai organisasi yang amanah dan senantiasa berusaha menjauhkan diri dari praktik korupsi.

“Jangan berkonflik, jangan korupsi, dan jangan kolot,” tegasnya.

Prof. Abdul Mu’ti juga mengingatkan warga Muhammadiyah agar merespons perubahan zaman dengan sikap terbuka. Menurutnya, perkembangan teknologi semestinya dimanfaatkan untuk mempermudah gerakan dakwah sekaligus meningkatkan pelayanan kepada umat.

Ia mencontohkan pengelolaan infak yang tidak lagi harus dilakukan secara manual. Dengan memanfaatkan teknologi, pembayaran infak dapat dilakukan melalui sistem autodebet sehingga lebih mudah dan praktis.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Perubahan juga perlu dilakukan dalam cara berdakwah. Dakwah, menurutnya, tidak selalu harus disampaikan melalui mikrofon secara langsung di hadapan jamaah. Berbagai media dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat yang lebih luas.

“Muhammadiyah berdakwah dengan karya, bukan dengan hanya berkata-kata,” pesan Prof. Abdul Mu’ti.

Prof. Abdul Mu’ti menambahkan, memahami dan menyampaikan Islam juga membutuhkan kreativitas. Kegiatan keagamaan dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Memahami Islam harus secara kreatif. Misalnya, setelah kajian diadakan senam pagi, sarapan, atau gerak jalan. Sambil gerak jalan, membawa kantong plastik untuk mengambil sampah sepanjang jalan,” katanya.

Menurutnya, aktivitas sederhana tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan sosial, tetapi juga dapat menjadi bentuk pengamalan ajaran Islam. Mengambil sampah dari jalan dan menjaga kebersihan merupakan perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain sekaligus bagian dari amal kebaikan.

Melalui gerakan yang kreatif dan diwujudkan dalam karya nyata, Muhammadiyah diharapkan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Dakwah pun tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi menjadi gerakan yang dapat dirasakan secara langsung oleh umat.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu