Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Menilik Belajar Riang Mahasiswa KKN-T UMG bersama Siswa UPT SDN 73 Gresik

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Menilik Belajar Riang Mahasiswa KKN-T UMG bersama Siswa UPT SDN 73 Gresik
Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Gresik Kelompok 22 saat belajar bersama siswa UPT SDN 73 Gresik pada Sabtu (10/10/2026). Foto: Silvia Putri Damayanti.
pwmu.co -

Sabtu pagi (10/10/2026), suasana UPT SDN 73 Gresik di Dusun Ngering, Cerme, Gresik terasa berbeda.

Di sela hari libur akhir pekan, tawa anak-anak terdengar dari dua ruang kelas. Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Gresik Kelompok 22 hadir membawa program kerja mengajar harian, dengan cara belajar yang jauh dari kesan membosankan.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua kelas. Tiap kelas dipegang tim lintas program studi, sehingga ilmu keguruan bertemu dengan sudut pandang teknologi dan teknik.

Berhitung Sambil Menebak Kartu

Di kelas 5, Himma dari PGSD bersama Ayu dan Wahyu dari Sistem Informasi serta Eka dari Teknik Mesin menguatkan pemahaman matematika siswa.

Soal-soal latihan dihadirkan bergantian dengan permainan memori, yakni permainan mencocokkan pasangan kartu yang mengasah konsentrasi dan daya ingat.

Suasana kelas pun hidup. Ketika satu kelompok berhasil menemukan pasangan kartu, sorak-sorai langsung pecah.

Siswa yang semula ragu menjawab soal berhitung perlahan lebih berani mengacungkan tangan. Matematika yang biasanya terasa menegangkan berubah menjadi tantangan yang seru.

Setiap Anak Punya Cerita

Sementara itu, kelas 6 dipandu Silvi dan Yessa dari PGSD bersama Ashil dan Ali dari Teknik Informatika.

Pagi itu, siswa tidak hanya mendengarkan, mereka menjadi penulis. Setiap anak menerima selembar kertas origami warna-warni untuk menuliskan cerita karangan sendiri.

Ada yang bercerita tentang liburan mereka, ada pula yang menuangkan imajinasi tentang petualangan di dunia antah-berantah.

Para mahasiswa berkeliling dari meja ke meja, membantu merangkai kalimat dan memberi semangat kepada siswa yang masih bingung memulai.

Puncaknya terjadi di akhir sesi. Kertas-kertas berisi cerita itu diikat dengan tali, lalu dipajang di jendela kelas.

Sinar matahari yang menembus kertas origami menjadikan jendela itu seperti galeri kecil penuh warna, dan setiap lembarnya menyimpan suara hati penulis ciliknya. Karya mereka bukan hanya tugas yang selesai, tetapi dipamerkan dan dinikmati teman-temannya.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Anak-Anak Jadi Lebih Berani”

Wali kelas 6, M Bayu Baharuddin SPd mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN Tematik UMG di kelasnya. Menurutnya, kegiatan menulis cerita di atas kertas origami membuat siswa lebih antusias dibanding pembelajaran biasa.

“Anak-anak tampak senang dan percaya diri menuangkan idenya. Kegiatan seperti ini bagus untuk melatih kemampuan menulis sekaligus keberanian mereka berekspresi” ujarnya.

Ia berharap kerja sama dengan mahasiswa UMG terus berlanjut. “Semoga ilmu dan semangat yang dibawa adik-adik mahasiswa bisa menjadi motivasi bagi siswa kami untuk lebih rajin belajar” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Silvi dari Mahasiswa KKN-T prodi PGSD menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat pihak sekolah.

“Kami belajar banyak dari anak-anak dan Bapak. Melihat mereka bangga memajang cerita sendiri adalah pengalaman yang berharga bagi kami. Semoga kegiatan kecil ini bisa menumbuhkan kebiasaan menulis dan kepercayaan diri mereka” tuturnya.

Belajar Menyenangkan, Kolaborasi Bermakna

Kegiatan ini menjadi bagian dari proker mengajar harian KKN Tematik UMG di Desa Sukoanyar.

Melalui permainan dan karya sederhana, mahasiswa berharap siswa lebih percaya diri, gemar menulis, dan tidak lagi takut pada pelajaran yang selama ini dianggap sulit.

Kolaborasi mahasiswa dari PGSD, Sistem Informasi, Teknik Mesin, dan Teknik Informatika juga membuktikan bahwa mengabdi kepada masyarakat tidak harus bergantung pada satu bidang ilmu.

Setiap latar belakang membawa kontribusinya sendiri untuk membuat ruang kelas lebih hidup.

Ketika kegiatan berakhir, jendela kelas 6 tampak berbeda dari sebelumnya. Di sana, puluhan cerita kecil menggantung dan bergoyang pelan tertiup angin, menjadi pengingat bahwa setiap anak punya cerita yang layak dibaca.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 14/10/2026 01:00
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu