Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rapat Rutin PCA Gedeg Bahas Penguatan Ranting hingga Literasi Jurnalistik

Iklan Landscape Smamda
Rapat Rutin PCA Gedeg Bahas Penguatan Ranting hingga Literasi Jurnalistik
Suasana Rapat Rutin Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gedeg Mojokerto di Kediaman Bu Alfullaila, Sabtu (19/9/2026). (Diah Kusumaningrum/PWMU.CO).
pwmu.co -

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai Rapat Rutin Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Gedeg Mojokerto, Sabtu (19/9/2026).

Bertempat di Kediaman Bu Alfullaila, PRA Ngares, kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB dengan diikuti para pimpinan dan anggota Aisyiyah.

Para peserta hadir dengan seragam Batik Nasional Aisyiyah, bawahan jarik, dan jilbab kuning, menciptakan suasana kompak sekaligus mencerminkan identitas gerakan Aisyiyah.

Dari Penguatan Ranting hingga Digitalisasi Organisasi

Rangkaian acara dipandu oleh Bu Hj. Yugiartik selaku MC. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh Bu Tita dan pembacaan Asmaul Husna oleh Bu Lilik.

Dalam sambutan sekaligus pembinaan, Ketua PCA menyampaikan sejumlah arahan penting terkait penguatan organisasi.

Salah satu poin yang ditekankan adalah perlunya menggalakkan kembali kegiatan ranting agar gerakan Aisyiyah semakin hidup dan aktif di tingkat akar rumput.

“Kalau ada yang perlu dikomunikasikan, bila perlu japri”. Ini menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam rangka menjaga komunikasi dan koordinasi organisasi.

Pertemuan juga membahas informasi organisasi terkait MASA, yang akan dilanjutkan dengan sosialisasi berupa kartu keanggotaan elektronik, yaitu Elektronik Kartu Tanda Muhammadiyah (E-KTM).

Selain itu, disampaikan persiapan Pertemuan CMA Kab. Mojokerto Cab. Gedeg pada 11 Oktober 2026 mendatang yang akan dilaksanakan di masjid Al Maun Gedeg. Sejumlah petugas juga telah ditentukan, yakni :

  • Bu Ir sebagai petugas tilawah
  • Bu Fatimah sebagai MC
  • Bu Sudono untuk doa, dan
  • Bu Ugik sebagai dokumentasi.

Di samping itu, rapat juga membahas keberlanjutan KTAA dengan rencana iuran sebesar Rp15.000 setiap bulan.

Dalam pembahasan tersebut muncul tanggapan dan pertimbangan dari peserta. Selanjutnya, disampaikan bahwa berkas terkait akan ditarik kembali oleh Bu Ugik.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi, sekaligus ruang untuk menyamakan persepsi dan mengambil langkah yang disepakati bersama.

SMPM 5 Pucang SBY

Kultum Berbeda: Belajar Jurnalistik dari Hasil Diklat

Salah satu sesi menarik dalam rapat rutin kali ini adalah kultum yang diisi Bu Arum/Bu Tita, dengan materi yang diangkat dari hasil Diklat Jurnalistik.

Materi tidak hanya berbicara tentang menulis, tetapi juga bagaimana kader Aisyiyah dapat mendokumentasikan berbagai aktivitas organisasi melalui tulisan yang informatif dan menarik.

Dalam materi “Jurnalistik”, peserta dikenalkan dengan beberapa macam berita, yaitu:

  • Berita Langsung (Straight News), yakni informasi aktual dan penting yang disajikan secara singkat, lugas, dan to the point.
  • Berita Opini (Opinion News), yaitu laporan atau gagasan yang bersumber dari pendapat ahli, pejabat, atau narasumber kompeten mengenai suatu isu.
  • Berita Interpretatif (Interpretative News), yakni pengembangan berita langsung yang dilengkapi latar belakang, analisis, dan data.
  • Berita Mendalam (Depth News), yaitu ulasan yang lebih mendalam dengan menitikberatkan pada pertanyaan mengapa (why) dan bagaimana (how) beserta dampaknya.
  • Berita Investigasi (Investigation News), yakni laporan hasil penyelidikan untuk mengungkap fakta atau informasi yang tersembunyi di balik suatu peristiwa.

Peserta juga diajak memahami unsur-unsur berita 5W+1H, yaitu What, Who, Where, When, Why, dan How.

Dari materi tersebut, peserta diajak menyadari bahwa setiap kegiatan Aisyiyah sesungguhnya memiliki cerita yang dapat ditulis dan dibagikan kepada masyarakat.

“Kegiatan organisasi jangan hanya selesai sebagai dokumentasi foto. Kalau ditulis, ia bisa menjadi informasi, inspirasi, sekaligus jejak gerakan” menjadi semangat yang terasa dalam sesi jurnalistik tersebut.

Rangkaian rapat rutin kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Bu Nurul.

Pertemuan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang sillaturrahim, konsolidasi, evaluasi, dan penguatan gerakan Aisyiyah.

Dari pengaktifan ranting, informasi keorganisasian, persiapan agenda CMA, hingga kemampuan menulis berita, seluruhnya bermuara pada satu semangat: menguatkan gerakan Aisyiyah agar semakin hadir, aktif, dan memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/09/2026 21:18
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu