Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pra Musyda NA Lamongan, Ketua PDM Lamongan Tekankan Pentingnya Ilmu, Komunikasi, dan Kolaborasi

Iklan Landscape Smamda
Pra Musyda NA Lamongan, Ketua PDM Lamongan Tekankan Pentingnya Ilmu, Komunikasi, dan Kolaborasi
Ketua PDM Lamongan saat memberikan sambutan. (Uswah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan menggelar rangkaian kegiatan Pra Musyawarah Daerah (Musyda) pada Ahad (20/9/2026) dengan tema “Bersinergi Membangun Peradaban Berkemajuan.”  Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lamongan melalui berbagai perlombaan dan agenda penguatan kader.

Wakil Ketua PDNA Lamongan, Rahma Ismayanti, dalam sambutannya mengawali kata sambutannya dengan sapaan tepuk satu hingga lima yang disambut antusias peserta.

Rahma mengajak seluruh kader menjadikan aktivitas di Nasyiatul Aisyiyah bukan sekadar kegiatan organisasi, tetapi sebagai ruang untuk menuntut ilmu, membangun persaudaraan, dan menghadirkan kebaikan.

“Ber-NA kita jadikan taman surga,” pesannya.

Menurutnya, Nasyiatul Aisyiyah dapat menjadi taman surga karena menjadi ruang bertumbuh melalui majelis keilmuan, pertemuan antarkader, serta berbagai aktivitas yang membawa manfaat.

Sebanyak 234 peserta tercatat mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian Pra Musyda, baik kategori individu maupun beregu.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 1 September 2026 dengan beberapa perlombaan, antara lain lomba cipta lagu, cipta logo, dan lomba baca Al-Qur’an.

Sementara pada puncak pra musyda , peserta mengikuti Lomba Estafet Kader Aisyiyah, Lomba Bercerita, dan Olimpiade Nasyiatul Aisyiyah.

Pada kesempatan tersebut, Rahma sekaligus secara resmi meluncurkan time song Musyda NA ke-12 yang insyaallah akan dilaksanakan pada November 2026. Peluncuran tersebut juga disertai dengan logo Musyda NA ke-12.

Ketua PDM: Kader Harus Terus Mengembangkan Diri

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr. Drs. H. Shodikin, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kader untuk terus memperbarui dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Ia mendorong kader Nasyiatul Aisyiyah untuk terus belajar secara berjenjang, bahkan hingga pendidikan doktoral.

“Terus meng-update ilmu pengetahuan secara berjenjang sampai S3,” pesannya.

Ketua PDM juga mendorong terbukanya kesempatan pendidikan bagi kader, termasuk melalui beasiswa pada bidang PGPAUD, PGSD, dan bidang lain yang relevan.

Menurutnya, kehidupan akan selalu menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Karena itu, kader perlu memiliki keberanian untuk mengambil momentum dan terus meningkatkan kapasitas diri.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar melalui berbagai ruang.

“Buku, kajian, seminar, kuliah, semuanya menjadi ruang untuk belajar,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi

Selain pengembangan keilmuan, Ketua PDM menekankan pentingnya membangun kolaborasi dan kemampuan komunikasi.

Menurutnya, ketika seseorang terjun di tengah masyarakat, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik atau indeks prestasi, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan dengan berbagai pihak.

“Belajar komunikasi yang baik, baik internal maupun eksternal. Kita harus bisa membangun mitra di semua lini, dengan pemerintah, swasta, maupun dengan siapa pun,” tuturnya.

Ia menilai kemampuan menjalin komunikasi dan kemitraan menjadi bekal penting bagi kader ketika mengambil peran di tengah masyarakat.

Karena itu, kader NA perlu memiliki keberanian untuk membuka diri, membangun jejaring, dan bekerja sama dengan berbagai pihak tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi pijakan organisasi.

Ber-NA dan Keluarga Harus Berjalan Seimbang

Ketua PDM juga menyinggung pentingnya komitmen kader dalam menjalankan amanah organisasi sekaligus menjaga kehidupan keluarga.

Ia mengajak kader memahami adanya 10 komitmen kader yang salah satunya berkaitan dengan kemampuan berbagi waktu antara aktivitas di Nasyiatul Aisyiyah dan keluarga.

Menurutnya, kesibukan berorganisasi perlu dikomunikasikan dengan baik bersama suami maupun keluarga. Dukungan keluarga akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kader ketika menjalankan amanah organisasi.

“Dikomunikasikan dengan baik dengan suami. Sesekali kalau berkegiatan dan suami longgar, bisa diantar suami,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keterlibatan di Nasyiatul Aisyiyah bukan semata-mata tentang kesibukan organisasi. Di dalamnya terdapat proses pembentukan diri, persaudaraan, dan kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang yang membawa nilai-nilai kebaikan.

“Karena ber-NA kita berkumpul dengan orang baik, berbicara hal-hal baik, di tempat yang baik,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penguat bagi kader bahwa aktivitas organisasi dan kehidupan keluarga bukan dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan beriringan melalui komunikasi, pembagian waktu, dan saling mendukung.

Rangkaian Pra Musyda PDNA Lamongan menjadi bagian dari proses menuju Musyda NA ke-12 yang insyaallah akan dilaksanakan pada November 2026. Melalui tema “Bersinergi Membangun Peradaban Berkemajuan,” kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas, jejaring, dan semangat kader Nasyiatul Aisyiyah dalam mengambil peran di tengah masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 20/09/2026 13:52
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu