SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (Spemia) menggelar Sumatif Tengah Semester (STS) Entrepreneur untuk siswa kelas VIII, Rabu (16/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengikuti evaluasi pembelajaran secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung kegiatan kewirausahaan melalui bazar makanan dan minuman.
Entrepreneur merupakan salah satu program unggulan di Spemia. Pada STS kali ini, Ustazah Ira selaku guru Entrepreneur memberikan tugas kepada siswa untuk membuat produk makanan atau minuman, memasarkannya, serta mendokumentasikan seluruh proses mulai dari pembuatan hingga pemasaran.
Kegiatan tersebut bertujuan melatih siswa agar memiliki jiwa wirausaha sejak dini. Selain itu, siswa belajar membuat laporan, menghitung laba dan rugi, melatih keberanian, serta memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan usaha.
STS Entrepreneur kali ini diikuti 42 siswa kelas VIII yang terbagi dalam dua kelas, yakni VIII Al Farabi dan VIII Al Battani. Setiap kelas dibagi menjadi empat kelompok dengan tema produk yang berbeda.
Kelas VIII Al Farabi mendapatkan tema produk minuman, sedangkan VIII Al Battani mengusung produk makanan.
Beragam makanan dan minuman disiapkan siswa. Produk makanan yang dijual antara lain roti bakar, tahu kocek, cheese cuit, samyang roll, dan tahu stik.
Sementara itu, produk minuman yang ditawarkan meliputi jelly susu, minuman coklat, mango milk, dan sticky milk.
Bazar tersebut digelar di area depan ruang kelas Spemia. Sebelum bazar dibuka, siswa telah melakukan berbagai persiapan sejak pukul 10.45 WIB, mulai dari menyiapkan produk, menghias stan, mendokumentasikan kegiatan, hingga mengikuti penilaian dari guru Entrepreneur.
Penilaian mencakup penampilan produk dan stan yang digunakan untuk berjualan.
Bazar makanan dan minuman mulai berlangsung pada istirahat kedua setelah shalat dhuhur, sekitar pukul 12.30 WIB. Begitu bazar dibuka, siswa langsung mendatangi stan-stan yang telah dipenuhi berbagai produk.
Salah satu stan yang menarik perhatian adalah penjual tahu kocek. Berbeda dengan produk lainnya yang telah disiapkan, tahu kocek diracik satu per satu sesuai pesanan pembeli.
Kelompok yang terdiri dari Rasyad, Alif, Vegan, dan Regan menawarkan tahu kocek dengan tiga pilihan tingkat kepedasan, mulai level 1 hingga level 3.
Untuk menyiapkan pesanan, mereka membawa ulekan dari rumah. Cabai, bawang putih, dan bumbu penyedap ditumbuk terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan tahu.
Setiap transaksi juga dicatat agar kelompok tersebut lebih mudah menyusun laporan penjualan dan menghitung hasil usaha.
“Alasan kelompok saya menjual tahu kocek adalah karena viral, gampang dibuat, dan banyak yang suka,” ungkap Rasyad sambil sibuk menumbuk cabai dalam ulekan kecil.
Kegiatan tersebut membuat siswa belajar bahwa berjualan bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga membutuhkan persiapan, pelayanan kepada pembeli, pencatatan transaksi, dan pengelolaan bahan.
Selain tahu kocek, jelly susu juga menjadi salah satu produk yang menarik perhatian pembeli. Produk tersebut dijual oleh kelompok Aaliyah, Najla, Lova, dan Syifa.
Kelompok tersebut menyiapkan 25 botol jelly susu berukuran 250 ml. Minuman tersebut dibuat menggunakan susu dan serutan jelly berukuran panjang dan kecil.
Disajikan dalam kondisi dingin, jelly susu menjadi salah satu pilihan siswa Spemia saat bazar berlangsung.
Najla menjelaskan, pembuatan jelly susu relatif mudah karena sebelumnya mereka pernah membuat dan menjual produk serupa saat berada di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo.
“Pembuatan jelly susu sangat mudah karena pernah buat dan dijual di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, bahan-bahannya juga mudah didapat yaitu susu evaporasi, susu skm, nutrijel,” jelas Najla memaparkan produk kelompoknya yang dijual Rp6.000 per botol.
Melalui STS Entrepreneur, siswa Spemia mendapatkan pengalaman menjalankan proses usaha secara langsung. Mulai dari menentukan produk, menyiapkan bahan, membuat dan mengemas produk, menghias stan, melayani pembeli, mencatat transaksi, hingga menyiapkan laporan hasil penjualan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Spemia mengenalkan keterampilan kewirausahaan kepada siswa sejak dini melalui pengalaman belajar yang aplikatif.





0 Tanggapan
Empty Comments