Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo melalui Majelis Pembinaan Kader (MPK) bersinergi dengan Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) serta Lembaga Budaya Seni dan Olah Raga (LBSO) menggelar Baitul Arqam Camp MPK PDA Kota Probolinggo, Sabtu-Ahad (19-20/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VI Kota Probolinggo tersebut menyasar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Amal Usaha Aisyiyah (AUA) se-Kota Probolinggo yang belum pernah mengikuti Baitul Arqam.
Sekitar 50 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan pada Ahad (20/9/2026) siang. Dengan konsep camp, peserta bermalam di tenda yang telah disiapkan di lokasi kegiatan.
Pada pembukaan, hadir 114 kepala, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan AUA se-Kota Probolinggo. Hadir pula unsur Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo beserta staf, Ketua PDA Kota Probolinggo beserta jajaran pimpinan dan pengurus harian, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kademangan, serta Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah Kademangan Kota Probolinggo.
Dari PWA Jawa Timur hadir Asmawati Rosydah, S.H., M.Pd.
Ketua PDA Kota Probolinggo Dra. Endang Dewi Fatimah menjelaskan, Baitul Arqam kali ini secara khusus diarahkan kepada guru dan karyawan dengan masa kerja di bawah lima tahun yang belum pernah mengikuti kegiatan kaderisasi tersebut.
“Baitul Arqam Camp ini sangat penting bagi kami untuk bisa bekerja sama dengan guru-guru yang dianggap masih baru karena baru lima tahun bekerja,” ujarnya.
Menurut Endang, pembinaan kader perlu dilakukan secara berkelanjutan agar guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Amal Usaha Aisyiyah tidak hanya menjalankan tugas profesional, tetapi juga memahami nilai dan arah gerakan Aisyiyah.
Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur PWA Jawa Timur dalam kegiatan tersebut dan berharap kehadiran pimpinan wilayah dapat memberikan semangat baru kepada peserta.
“Semangat baru harus kami terima. Selaku orang tua, harus tetap merangkul anak-anak kami,” tuturnya.
Endang juga bersyukur melihat antusiasme peserta mengikuti Baitul Arqam dengan konsep camp yang menghadirkan suasana berbeda.
“Peserta pun senangnya, Masyaallah. Belum pernah ada tema ini, suasana alam, di bawah alam,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Endang menyampaikan pentingnya membangun kerja sama dengan berbagai pihak sebagai bagian dari semangat Aisyiyah berkemajuan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan Risalah Perempuan Berkemajuan, termasuk komitmen untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Kami menyediakan diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan Aisyiyah yang berkemajuan,” jelasnya.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PDA Kota Probolinggo dan Bawaslu Kota Probolinggo.
Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Johan Dwi Angga, S.Pd., menyampaikan bahwa MoU dengan PDA merupakan tindak lanjut kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo.
“MoU ini sebagai bentuk keikutsertaan dari kami yang menyelenggarakan sosialisasi-sosialisasi kepada kelompok-kelompok, salah satunya yang kali ini adalah kelompok perempuan,” ujarnya.
Menurut Johan, melalui kerja sama tersebut, informasi mengenai kepemiluan dapat disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi.
Bawaslu Kota Probolinggo juga telah melibatkan kader Aisyiyah dalam program kader partisipatif.
“Kebetulan kami juga mengikutkan individu kader dari Aisyiyah yang sudah menjadi kader partisipatif, yang juga nantinya menjadi partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan selama tahapan pemilu berlangsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan merupakan bagian dari upaya memperluas partisipasi publik dalam setiap tahapan kepemiluan.
Usai paparan Ketua Bawaslu, dilaksanakan penandatanganan MoU antara PDA Kota Probolinggo dan Bawaslu Kota Probolinggo.
Prosesi penandatanganan dipandu Vivin Ummu Salma, S.Pd.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara organisasi perempuan dan lembaga penyelenggara pemilu dalam memberikan edukasi kepemiluan serta mendorong partisipasi masyarakat.
Setelah seremoni pembukaan dan penandatanganan MoU, peserta memasuki sesi materi Baitul Arqam Camp. Materi pertama disampaikan Asmawati Rosydah, S.H., M.Pd., dari PWA Jawa Timur dengan tema Manajemen Waktu dan Harmoni Peran.
Asmawati mengingatkan peserta bahwa mengelola waktu bukan berarti membagi waktu secara sama rata untuk seluruh aktivitas.
“Manajemen waktu bukan bagi waktu rata,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam materinya.
Menurutnya, setiap orang memiliki berbagai fungsi dan peran yang harus dijalankan. Karena itu, yang diperlukan bukan membagi waktu secara matematis, melainkan menghadirkan partisipasi sesuai fungsi dan peran pada saat yang tepat.
Sebagai guru sekaligus bagian dari organisasi, perempuan Aisyiyah dapat memiliki banyak peran. Namun, setiap peran perlu ditempatkan secara proporsional agar satu amanah tidak mengabaikan amanah lainnya.
Ia mengajak peserta menjadi guru yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah mengalami tekanan ketika menghadapi berbagai tuntutan peran.
Pesan akhirnya adalah menghadirkan kebahagiaan yang tidak hanya berorientasi pada kehidupan dunia, tetapi juga kehidupan akhirat.
Asmawati juga mengajak peserta tidak menunggu perubahan besar untuk memperbaiki kualitas diri.
“Perubahan kecil hari ini yang akan kita lakukan,” menjadi salah satu pesan yang ditekankan dalam sesi tersebut.
Menurutnya, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun aktivitas di Aisyiyah.
Ia juga mengingatkan bahwa ketika terdapat persoalan yang benar-benar mendesak dalam keluarga, keluarga tetap menjadi perhatian penting. Demikian pula ketika amanah di Aisyiyah membutuhkan kehadiran, keduanya perlu dikelola dengan komunikasi dan pengaturan peran yang baik.
Salah satu bagian yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai komunikasi dengan orang tua dan suami ketika hendak mengikuti kegiatan organisasi.
Asmawati memberikan tips agar aktivitas Aisyiyah dikomunikasikan dengan cara yang santun kepada keluarga, tidak dilakukan secara mendadak, dan tetap memperhatikan kondisi orang tua maupun suami.
Ia mengingatkan agar perempuan yang aktif di organisasi tidak sampai membuat keluarga merasa ditinggalkan.
Ketika harus meninggalkan rumah untuk mengikuti kegiatan, misalnya, berbagai kebutuhan keluarga dapat dipersiapkan terlebih dahulu.
Pesannya sederhana: aktif di Aisyiyah tidak berarti mengabaikan keluarga.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan meminta izin dengan cara yang baik.
Dalam suasana keluarga, memilih waktu komunikasi yang tepat juga menjadi bagian dari adab. Karena itu, menurut Asmawati, penyampaian rencana kegiatan sebaiknya tidak dilakukan ketika pasangan sedang dalam kondisi lelah atau lapar.
Bagi perempuan yang aktif di persyarikatan, dukungan keluarga menjadi bagian penting agar aktivitas organisasi dapat dijalankan dengan tenang dan penuh tanggung jawab.
Asmawati juga mendorong peserta membangun keluarga yang memiliki visi sejalan dengan aktivitas persyarikatan. Namun, apabila terdapat perbedaan pandangan, komunikasi yang santun dan pendekatan yang baik tetap menjadi jalan yang perlu ditempuh.
Materi Asmawati menjadi bagian awal dari proses pembinaan peserta Baitul Arqam Camp MPK PDA Kota Probolinggo.
Peserta tidak hanya diajak memahami organisasi dan nilai-nilai persyarikatan, tetapi juga melihat kembali keseimbangan peran sebagai pendidik, anggota keluarga, dan kader Aisyiyah.
Konsep camp membuat proses pembinaan berlangsung dalam suasana kebersamaan. Para peserta tinggal bersama, bermalam di tenda perkemahan, mengikuti materi, berdiskusi, dan menjalani berbagai aktivitas hingga Ahad siang.
Baitul Arqam Camp tersebut menjadi ruang bagi guru dan tenaga kependidikan yang belum pernah mengikuti Baitul Arqam untuk mendapatkan pengalaman kaderisasi sekaligus memperkuat ukhuwah.
Kegiatan ditutup pada Ahad (20/9/2026) siang setelah seluruh rangkaian pembinaan selesai.





0 Tanggapan
Empty Comments