Distraksi, energi rendah, emosi, terlalu banyak pikiran, dan kesulitan mengendalikan keinginan menjadi lima hal yang dapat mengganggu fokus remaja. Persoalan tersebut dibahas dalam kegiatan Guest Teacher bertajuk Be Your Own Brain Coach yang digelar SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik di Masjid Taqwa Spemdalas, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Badril Riza, S.Psi., M.Pd., praktisi psikologi dan pendidikan dari Nol Enterprise Indonesia. Ia mengajak siswa kelas VIII mengenali potensi diri, mengelola fokus, serta membangun kebiasaan yang mendukung proses belajar dan pengembangan diri.
Sebelum materi dimulai, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Spemdalas, Ichwan Arif, S.S., M.Hum., menyampaikan sambutan. Ia mengajak para siswa mengikuti kegiatan dengan semangat, menjaga fokus, dan membangun kekompakan agar dapat mengambil manfaat dari materi yang disampaikan.
Dalam pemaparannya, Badril menjelaskan bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari proses mencapai tujuan. Karena itu, siswa perlu mulai mengenali diri dan menentukan arah pengembangan potensi sejak dini.
“Bayangkan lima tahun ke depan ingin menjadi apa. Yang penting, tetap melangkah,” pesannya kepada para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa siswa kelas VIII berada pada fase penting untuk mulai merancang masa depan. Di tengah kedekatan generasi muda dengan teknologi digital, gawai perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi, bukan sekadar menghabiskan waktu dengan menggulir media sosial.
Mengenali Lima Musuh Fokus
Dalam sesi materi, Badril menguraikan lima hal yang dapat mengganggu fokus remaja, yaitu distraksi, energi rendah, emosi, terlalu banyak pikiran, dan kesulitan mengendalikan keinginan.
Untuk menghadapinya, ia memperkenalkan sejumlah strategi sederhana. Siswa diajak menjauhkan sumber gangguan, mengenali kondisi diri, menggerakkan tubuh, mengatur napas, serta melakukan brain gym. Strategi tersebut diperkenalkan sebagai cara yang dapat dicoba siswa untuk membantu mempersiapkan diri sebelum belajar.
Pengenalan strategi ini menjadi bagian dari upaya mengajak siswa lebih sadar terhadap kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi konsentrasi. Dengan mengenali gangguan yang dihadapi, siswa diharapkan dapat mulai membangun kebiasaan yang lebih mendukung kegiatan belajar.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika Nabila Sauqiya Azarine, siswa kelas VIII Ferrum, maju ke depan untuk mempraktikkan gerakan brain gym bersama pemateri. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berkesempatan mencoba langsung aktivitas yang diperkenalkan.
“Saya senang bisa maju dan mencoba langsung gerakan brain gym. Kegiatan ini menarik karena kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga ikut mempraktikkannya. Saya jadi tahu bahwa ada cara sederhana yang bisa dicoba untuk membantu meningkatkan fokus saat belajar,” ungkap Nabila.
Melalui kegiatan Guest Teacher ini, Spemdalas berharap siswa semakin mampu mengenali potensi diri, mengelola kebiasaan, dan memanfaatkan waktu secara positif. Bekal tersebut diharapkan membantu mereka membangun proses belajar yang lebih terarah sekaligus mempersiapkan masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments