Iklan SDM 4 Mudipat 2026

GPM PCA Wringinanom Ajak Jamaah Menulis Jurnal Al-Qur’an untuk Bangun Keluarga Qur’ani

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
GPM PCA Wringinanom Ajak Jamaah Menulis Jurnal Al-Qur’an untuk Bangun Keluarga Qur’ani
Jamaah GPM PCA Wringinanom Gresik (Kusmiani/PWMU.CO)
pwmu.co -

Gerakan Perempuan Mengaji (GPM) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, mengajak jamaah membangun keluarga Qur’ani melalui kajian keislaman dan praktik menulis jurnal Al-Qur’an (Qur’anic journaling). Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk memahami pesan Al-Qur’an sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang digelar pada Ahad (18/10/2026) di Masjid Al Ihsan, PRA Lebanisuko, Wringinanom, ini menghadirkan Dr. Kiki Cahya Muslimah, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UMSURA sekaligus putri daerah asal Wringinanom, Gresik, sebagai pemateri.

Kajian tersebut mengangkat tema “Edukasi Keluarga Qur’ani Berbasis QS Ibrahim Ayat 40–41: Internalisasi Nilai Kesalehan Individu dan Sosial.”

Ketua PCA Wringinanom, Maisaroh, S.Pd.I., dalam pengantarnya mengajak jamaah mengikuti kajian dengan sungguh-sungguh dan berpartisipasi aktif. Ia menjelaskan bahwa kegiatan kali ini tidak hanya berisi ceramah, tetapi juga dilengkapi aktivitas praktik agar peserta dapat memahami dan menghayati materi secara langsung.

Keteladanan Orang Tua Menjadi Kunci Keluarga Qur’ani

Dalam pemaparannya, Kiki menegaskan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak cukup diukur dari prestasi akademik, pekerjaan, maupun pencapaian materi. Orang tua juga perlu menanamkan keteguhan dalam beribadah, kemuliaan akhlak, penghormatan kepada orang tua, serta kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut merujuk pada QS Ibrahim ayat 40–41 yang memuat doa Nabi Ibrahim agar dirinya dan keturunannya senantiasa menegakkan salat. Ayat tersebut juga mengajarkan pentingnya memohon ampunan bagi kedua orang tua dan seluruh orang beriman.

Menurut Kiki, pendidikan keluarga Qur’ani harus dimulai dari keteladanan orang tua. Keinginan agar anak rajin beribadah dan memiliki akhlak yang baik perlu diiringi dengan kesediaan orang tua untuk terus memperbaiki diri.

Hal itu dapat diwujudkan melalui komunikasi yang sehat, kesabaran dalam mendidik, serta kasih sayang dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Doa juga perlu disertai ikhtiar nyata yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Praktik Menulis Jurnal Al-Qur’an untuk Muhasabah Diri

Setelah kajian, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menulis jurnal berbasis Al-Qur’an atau Qur’anic journaling. Kiki mengajak para ibu dan remaja yang hadir untuk menuangkan refleksi pribadi berdasarkan QS Ibrahim ayat 40–41.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Melalui kegiatan ini, peserta diajak menghubungkan pesan ayat dengan pengalaman hidup, mengevaluasi kebiasaan diri, serta menetapkan target perubahan yang konkret. Dengan demikian, nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi dasar untuk memperbaiki diri dan kehidupan keluarga.

Kiki berharap kegiatan menulis jurnal Al-Qur’an dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di rumah. Dengan menulis secara rutin, peserta memiliki ruang untuk melakukan muhasabah, mengenali hal-hal yang perlu diperbaiki, mensyukuri nikmat Allah, dan merencanakan langkah perbaikan secara bertahap.

Melalui kebiasaan tersebut, Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dibaca dan dikaji, tetapi juga menjadi pedoman dalam mengambil keputusan serta menjalani kehidupan keluarga.

Kesalehan Individu Harus Tercermin dalam Kehidupan Sosial

Selain membahas pendidikan keluarga, kajian ini juga mengangkat persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah fenomena sound horeg, penghormatan terhadap hak tetangga, keselamatan, serta tekanan sosial dalam pengeluaran untuk kegiatan lingkungan.

Kiki mengingatkan bahwa kesalehan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah ritual. Nilai-nilai keislaman juga harus tercermin dalam perilaku sosial, seperti menjaga adab ketika berbeda pendapat, menggunakan harta secara bijaksana, serta menghormati kenyamanan dan kemampuan orang lain.

Pesan tersebut menegaskan bahwa membangun keluarga Qur’ani tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia kepada Allah, tetapi juga dengan bagaimana setiap anggota keluarga memperlakukan orang lain dan berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.

Melalui GPM ini, PCA Wringinanom mendorong penguatan peran perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga sekaligus penggerak kepedulian sosial. Perpaduan kajian Al-Qur’an dan praktik refleksi diri diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun keluarga yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan duniawi, tetapi juga berlandaskan keimanan, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap sesama. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 21/10/2026 16:58
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu