Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Paciran Lamongan membekali 51 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan semangat Deep Learning Berbasis Cinta sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
Pembekalan yang berlangsung di Lantai 3 Kampus I STITM Paciran, Kamis (30/7/2026), menjadi langkah awal menyiapkan calon pendidik yang berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.
Sebanyak 51 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 30 mahasiswa Program Reguler dan 21 mahasiswa Kelas Akselerasi. Mereka dipersiapkan untuk menjalankan program pengabdian yang tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengusung tema “Pembelajaran Deep Learning Berbasis Cinta”, STITM Paciran ingin menghadirkan paradigma baru dalam pendidikan. Deep learning tidak hanya dimaknai sebagai pembelajaran yang mendalam dari sisi akademik, tetapi juga sebagai proses pendidikan yang berlandaskan cinta kepada Allah SWT, cinta kepada ilmu, cinta kepada sesama, serta cinta kepada bangsa dan lingkungan.
Dengan semangat tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang humanis, penuh empati, sekaligus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Pembekalan menghadirkan sejumlah narasumber sesuai bidang keahliannya. Materi pertama disampaikan oleh Himmatul Husniyah, M.Pd., yang mengulas Manajemen Sekolah/Madrasah. Ia menekankan pentingnya tata kelola lembaga pendidikan yang profesional, kepemimpinan yang visioner, serta kolaborasi seluruh warga sekolah dalam mewujudkan mutu pendidikan yang unggul.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Maftuhah, M.Pd., mengenai Kurikulum Deep Learning Berbasis Cinta. Menurutnya, pendidikan masa kini tidak cukup berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian sosial peserta didik.
“Kurikulum berbasis cinta akan melahirkan proses belajar yang lebih bermakna karena mampu menyentuh aspek intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik,” ungkapnya.
Selanjutnya, Idzi’ Layyinnati, M.Pd., menyampaikan materi Pengelompokan dan Proyek KKNT. Mahasiswa memperoleh arahan mengenai pembagian kelompok, penyusunan program kerja, hingga strategi merancang proyek yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Sementara itu, Suntari, M.Pd.I., memberikan pembekalan mengenai Pelaporan KKNT. Ia menjelaskan bahwa laporan bukan sekadar memenuhi administrasi akademik, tetapi menjadi bentuk pertanggungjawaban ilmiah sekaligus dokumentasi pengalaman pengabdian yang dapat menjadi referensi pada pelaksanaan KKNT berikutnya.
Pembekalan ditutup dengan materi dari Dr. Ahmad Hasan Albana, S.H.I., M.IRKH., yang memberikan penguatan mengenai nilai-nilai pengabdian, etika bermasyarakat, dan peran mahasiswa Muhammadiyah sebagai agen perubahan.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang dakwah sosial yang menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Mahasiswa Muhammadiyah harus mampu membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam setiap aktivitasnya, membangun kolaborasi, serta menjadi teladan melalui karya dan pengabdian,” pesannya.
Melalui pembekalan ini, STITM Paciran Lamongan menegaskan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, wawasan yang luas, dan kepekaan sosial.
Dari ruang pembekalan inilah benih-benih pengabdian ditanam. Ketika ilmu dipadukan dengan cinta, pengabdian tidak sekadar menjadi program, melainkan ikhtiar menghadirkan perubahan dan meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi umat dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments